Suaranusantara.com- Kekalahan pasangan calon (paslon) gubernur nomor urut 1, Andika Perkasa-Hendrar Prihadi di Pilkada Jawa Tengah 2024 menuai sorotan publik.
Bagaimana tidak, dengan kalahnya Andika Perkasa-Hendrar Prihadi di Pilkada Jawa Tengah 2024 maka ini menandakan pertama kalinya banteng roboh di kandang sendiri.
Sebab diketahui selama dua puluh tahun lamannya banteng menguasai Jawa Tengah.
PDI Perjuangan selalu berhasil menempatkan jagoannya untuk duduk di kursi Gubernur Jawa Tengah.
Seharusnya, dengan dua puluh tahun dikuasi banteng, Andika Perkasa-Hendra Prihadi lebih mudah meraih kemenangan di Pilkada Jawa Tengah 2024.
Namun nyatanya dari hasil quick count dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) memperlihatkan bahwa banteng tak lagi kuat lantaran Andika Perkasa-Hendrar Prihadi hanya meraih perolehan suara sebesar 40,62 persen.
Sementara itu rival Andika, yakni pasangan calon (paslon) nomor urut 2 Ahmad Luthfi-Taj Yasin memperoleh suara sebanyak 59,38 persen.
Tak cuma LSI saja, melainkan sejumlah lembaga survei lain seperti SMRC dan Charta Politika sudah mencapai 100%.
Dari hasil quick count tersebut sejumlah lembaga survei tersebut, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin mengungguli Andika Perkasa-Hendrar Prihadi.
Dan berikut data-data kemenangan yang berhasil ditorehkan PDI Perjuangan di Pilgub Jawa Tengah hingga menjadikan sebagai kandang banteng:
1. Pada 2003 silam PDI Perjuangan berhasil memenangkan pemilihan di DPRD Jateng dan menempatkan Mardiyanto sebagai Gubernur Jateng.
2. Kemudian pada 2008, PDI Perjuangan kembali memenangkan Pilgub Jateng dan menempatkan Bibit Waluyo sebagai gubernur.
Pemilihan di 2008 ini merupakan pertama kalinya gubernur dipilih langsung oleh masyarakat.
3. Selanjutnya, pada 2013 calon dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo berhasil memenangkan pemilihan dan menjabat sebagai Gubernur Jateng.
Ganjar kemudian kembali maju di periode 2018-2023 dan kembali menang. Itu artinya pria berambut putih itu sudah dua periode menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah.
Sayangnya pada Pilgub Jawa Tengah 2024, PDI Perjuangan harus mengakui kekalahannya ditaklukan oleh Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
