Mitos atau Fakta Imlek 2025 Dilarang Keramas Jika Dilanggar Bakal Hilang Rejeki, Begini Penjelasannya

Ilustrasi Imlek 2025 dilarang keramas (instagram @cerita.cantik)

Ilustrasi Imlek 2025 dilarang keramas (instagram @cerita.cantik)

Suaranusantara.com- Masyarakat Tionghoa di berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia sebentar lagi akan merayakan momen pergantian Tahun Baru China 2576 Kongzili atau Imlek 2025.

Pada perayaan Imlek 2025 ada tradisi yang diwariskan turun-temurun salah satunya soal larangan atau pantangan.

Adapun salah satu larangan pada saat menyambut Imlek 2025 adalah dilarang keramas, hal ini dikarenakan dengan mencuci rambut maka membuang rejeki yang didapat.

Benarkah demikian, mari kupas habis soal larang Imlek salah satunya dilarang keramas berikut ini:

Adapun Imlek dilarang keramas, berdasarkan kebudayaan Tionghoa berarti membuang rejeki, membuang hoki.

Ada sejumlah alasan dilarang keramas atau mencuci rambut saat Imlek 2025 di antaranya:

1. Mencuci rambut di awal tahun baru diartikan sebagai membasuh kekayaan.

2. Memotong rambut diartikan sebagai memotong rezeki atau memperpendek umur.

3. Larangan ini bertujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan keberuntungan dan rezeki di tahun baru.

Mengutip dari laman China Highlights, mencuci dan memotong rambut adalah hal yang tabu dilakukan pada saat perayaan Imlek.

Hal ini karena, dalam bahasa Mandarin, rambut (发, fa) mempunyai pengucapan yang sama dengan kata “fa” dalam facai (发财) yang artinya ‘menjadi kaya’.

Tak hanya sama secara pengucapan, kata tersebut diyakini juga memiliki karakter yang juga serupa. Sehingga rambut dianggap sebagai perlambang dari rejeki atau kekayaan.

Karena itu, seseorang tidak dianjurkan untuk memotong atau mencuci rambut di awal tahun. Ini sama saja dengan menghapus rezeki sepanjang tahun.

Untuk itu, banyak orang yang memotong dan menata rambut sebelum datangnya Imlek. Selain agar tampil baru saat Imlek, hal ini juga disimbolkan sebagai “kekayaan baru” di tahun mendatang.

Exit mobile version