
Jakarta-SuaraNusantara
Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, bahkan mungkin dunia, seorang gubernur dan wakil gubernur di akhir masa jabatannya mendapat kiriman ribuan rangkaian bunga. Sampai Jumat (28/4/2017) siang, jumlah rangkaian bunga untuk Ahok-Djarot yang tiba di Balai Kota DKI Jakarta telah menembus angka 3.000, dengan nilai keseluruhan harga beli bunga ditaksir mencapai Rp. 1,5 miliar.
Bunga-bunga itu datang tidak sebatas dari warga DKI Jakarta, namun dari banyak wilayah lainnya di tanah air, termasuk dari masyarakat Indonesia yang bermukim di Australia, Swiss dan Amerika Serikat. Beragam pesan terlihat menghiasi ribuan rangkaian bunga tersebut.
Umumnya berisi pesan bagi Ahok-Djarot untuk terus semangat. Sebagian berisi pesan yang diambil dari kalimat-kalimat yang ada di film atau buku-buku populer. Namun ada juga pesan yang berisi kekecewaan dan kesedihan karena Ahok-Djarot kalah dalam Pilgub DKI kemarin. Bahkan sebuah bunga berisi pesan kemarahan untuk lawan politik Ahok-Djarot: “Pergilah ke neraka, orang munafik”.
Ribuan bunga tersebut ada yang menyertakan nama jelas pengirim, namun ada juga yang tidak. Lucunya sebuah rangkaian bunga tertuliskan nama Leonardo DiCaprio sebagai pengirimnya. Tentu saja bukan Leonardo DiCaprio asli yang mengirim bunga tersebut.
Selain dibanjiri bunga, Ahok-Djarot juga kebanjiran warga yang datang ingin bertemu mereka. Macam-macam motivasi warga ini, ada yang ingin menyampaikan keluhan hingga yang sekadar ingin berfoto bersama. Mulai Jumat (28/4/2017) hari ini, Pemprov DKI sampai harus membuat barisan antrian untuk warga, lengkap dengan nomor antrian.
Ini adalah hari ketiga Balai Kota kebanjiran warga yang ingin bertemu dengan Ahok. Banyak dari warga yang datang dengan membawa oleh-oleh berupa kue, cokelat dan buah. Mereka juga berasal dari banyak wilayah, jadi tidak melulu warga Jakarta. Seperti Agung Gunawan (45) yang datang bersama keluarganya dari Bekasi, Jawa Barat. Dia merasa kagum dengan sosok Ahok yang dinilainya sukses membangun kota Jakarta, meski kebijakannya kerap menimbulkan kontroversi.
Ramainya kunjungan warga ini seolah menjadi pembuktian bahwa ribuan bunga yang dikirim untuk Ahok-Djarot bukan rekayasa, sebagaimana dituduhkan lawan-lawan politik Ahok. Terlihat ratusan warga rela antri berdesak-desakan hanya untuk melihat Ahok-Djarot. Beberapa di antara mereka bahkan menangis terharu saat bersalaman dengan kedua tokoh tersebut.
Fenomena simpati masyarakat untuk Ahok-Djarot ternyata menarik perhatian berbagai media asing untuk turut memberitakannya. Media ABC menulis Ahok sebagai ‘pemimpin efektif, dari sebuah kota yang pernah dikenal bobrok’.
Menurut ABC, politisi berdarah Cina dan beragama Kristen ini kepopulerannya pernah melonjak dan bisa saja memenangkan pemilihan umum kembali, sebelum diserang kelompok konservatif dan lawan politik lainnya, karena diduga menghina agama Islam.
Mazaya, seorang warga muslim di Jakarta, berada di tengah keramaian untuk menyapa Ahok. Sehari-harinya ia menggunakan kendaraan umum dan mengatakan proyek transportasi di bawah kepemimpinan Ahok membuat hidupnya lebih mudah.
“Saya merasa sedih, ia membangun dan merencanakan Jakarta yang lebih baik, membangun banyak taman untuk anak-anak, transportasi umum yang lebih baik, dan jalan-jalan baru. Tidak masalah jika ia bukanlah seorang muslim,” ujar Mazaya.
Penggemar lainnya, Restu Saraswati, membawa beberapa boneka mainan Nemo. “Saya membawa Nemo dengan harapan akan ada lebih banyak ‘ikan Nemo’ seperti Ahok, lahir di kota ini, di negara ini.”
Para pendukung menyamakan sosok Ahok dengan karakter Nemo, setelah Ahok mengatakan dirinya hanya seekor ikan yang berenang melawan arus.
“Kami di sini karena kami mencintai kepribadian Ahok. Ia mungkin tidak menang dalam pemilihan, tapi ia telah memenangkan hati kami,” tegas Restu.
Ahok memiliki waktu enam bulan sebelum meninggalkan jabatannya sebagai gubernur. Keputusan pengadilan akan kasusnya akan dibacakan pada 9 Mei 2017 mendatang.
Penulis: Yon K