Suaranusantara.com- Jelang libur Idulfitri 1447 H, masyarakat mulai bersiap-siap untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026.
Sebagian masyarakat memilih mudik Lebaran 2026 dengan menggunakan mobil. Hal ini dikarenakan waktunya lebih fleksibel.
Kendati demikian, bagi pemudik mobil yang melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026 lewat jalur tol Trans Jawa, perlu memperhatikan tarifnya.
Pemudik haruslah menghitung besaran tarif tol yang diberlakukan di tol Trans Jawa. Untuk itu, pastikan sebelum melakukan perjalanan mudik, haruslah mengisi saldo e-toll sesuai kebutuhan.
Di Pulau Jawa, jaringan jalan tol menghubungkan berbagai kota besar mulai dari wilayah barat hingga timur.
Beberapa ruas tol utama yang sering dilalui pemudik antara lain Jakarta–Cikampek dengan tarif sekitar Rp27.000, Cikampek–Palimanan (Cipali) sekitar Rp132.000, serta Pejagan–Pemalang sekitar Rp66.000.
Sementara itu, di wilayah Jawa Tengah terdapat ruas Pemalang–Batang dengan tarif sekitar Rp53.000 dan Semarang–Batang yang mengalami penyesuaian tarif menjadi sekitar Rp144.500 per 7 Maret 2026.
Di wilayah Jawa Timur, sejumlah ruas tol juga menjadi jalur penting perjalanan antarkota, seperti Surabaya–Mojokerto dengan tarif sekitar Rp35.000, Gempol–Pasuruan sekitar Rp48.500, hingga Pasuruan–Probolinggo sekitar Rp52.000.
Selain itu, ruas tol Solo–Ngawi dengan tarif sekitar Rp163.500 menjadi salah satu jalur panjang yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Bagi pengendara yang melintasi wilayah Jawa Barat, beberapa ruas tol yang sering digunakan antara lain Cikampek–Padalarang dengan tarif sekitar Rp45.000, Padalarang–Cileunyi sekitar Rp10.500, serta Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) sekitar Rp78.500.
Ruas-ruas ini berperan penting dalam menghubungkan kawasan Bandung dan sekitarnya dengan jalur tol Trans Jawa.
