Suaranusantara.com – Bagi Anda yang telah memutuskan untuk melepaskan kendaraan pribadi mereka, langkah-langkah untuk memblokir Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) menjadi sangat penting.
Tidak hanya berfungsi untuk menghindari masalah pajak yang lebih besar dan kemungkinan tilang elektronik yang salah alamat, tetapi juga sebagai langkah perlindungan terhadap tindakan kriminal yang mungkin terjadi oleh pemilik baru kendaraan.
Kini, tersedia dua opsi untuk melaksanakan pemblokiran STNK kendaraan yang telah dijual, yaitu melalui proses offline dan online.
Baca Juga : Airlangga Hartarto Dukung Kaesang Pangarep Sebagai Ketua Umum PSI: Partainya Orang Muda
Pemblokiran STNK secara offline:
1. Langkah pertama adalah mengunjungi kantor Sistem Manunggal Satu Atap (Samsat) di wilayah Anda.
2. Untuk melaksanakan pemblokiran STNK, dokumen-dokumen berikut diperlukan:
-
- Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik kendaraan.
- Surat kuasa yang sudah dilegalkan dan fotokopinya (jika ada kuasa dari pihak lain).
- Fotokopi surat akta penyerahan dan bukti pembayaran.
- Fotokopi STNK/BPKB.
- Fotokopi Kartu Keluarga.
- Surat pernyataan yang dapat diunduh dari https://bapenda.jakarta.go.id/
Baca Juga : Soal Pertemuan dengan Jokowi, Ketum Hanura: Bukan Obrolan Politik
Pemblokiran STNK secara online:
1. Proses online dimulai dengan registrasi di situs Pajak Online Jakarta di https://pajakonline.jakarta.go.id, menggunakan Nomor Induk Kependudukan yang tertera pada KTP.
2. Langkah selanjutnya adalah sebagai berikut:
-
- Masuk ke situs Pajak Online.
- Pilih Menu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
- Pilih Jenis Pelayanan “Blokir Kendaraan”.
- Pilih nomor polisi kendaraan yang akan diblokir.
- Unggah dokumen-dokumen yang diperlukan.
- Klik tombol “Kirim”.
Baca Juga : Resmi Jadi Ketua TPN Ganjar, Arsjad Rasjid Mundur dari Kadin
3. Setelah selesai, Anda akan menerima pemberitahuan melalui email atau dapat memeriksa status pemblokiran di kolom PKB di situs Pajak Online. Alternatifnya, Anda dapat mengunjungi kantor Samsat terdekat untuk memeriksa status blokir.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, pemilik kendaraan yang telah menjual kendaraannya dapat memastikan bahwa STNK tidak akan digunakan oleh pemilik baru tanpa izin mereka. Selain itu, proses ini juga membantu memastikan kepatuhan terhadap regulasi pajak yang berlaku serta melindungi keamanan kendaraan bekas tersebut.(kml)
