
Jakarta – SuaraNusantara
Ledakan diduga bom bunuh diri terjadi di halte busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam (24/5/2017). Bom dua kali meledak dua kali. Yakni pukul 20.58 WIB dan pukul 21.00 WIB.
Pada ledakan pertama yang berasal dari arah toilet dan parkiran terminal, calon penumpang busway yang sedang berkerumun di halte belum menyadari bila ledakan yang terdengar adalah bom. Mereka mengira suara ledakan tabung gas.
Namun usai terdengar ledakan kedua di halte busway, asap tebal berwarna putih membumbung tinggi di sekitar lokasi ledakan. Potongan tubuh pun berserakan di sekitar halte.
Calon penumpang dan masyarakat di sekitar Terminal Kampung Melayu segera berlarian dalam suasana kacau dan petugas kepolisian tampak berusaha mengalihkan arus lalu lintas supaya tidak bertumpuk di sekitar lokasi kejadian.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setya Wasisto menyatakan ledakan bom di Kampung Melayu, mengakibatkan 5 orang korban meninggal, terdiri dari 3 anggota Polri dan 2 terduga pelaku.
“Saya menyatakan duka cita mendalam. Karena ternyata 3 anggota Polri yang gugur. Dua orang pelaku dinyatakan meninggal. Kemudian 5 anggota Polri luka-luka dan 5 warga masyarakat sipil luka-luka,” kata Setya Wasisto di lokasi kejadian.
Setya juga menyampaikan polisi yang menjadi korban ledakan bom sedang berada di titik ledak.
“Rekan-rekan Polri tadi bertugas untuk mengamankan ada sekelompok masyarakat (FPI) yang akan melaksanakan pawai, tapi pawai belum lewat sudah terjadi ledakan,” kata dia.
Ledakan ini sepertinya memang menyasar petugas kepolsian yang sedang berjaga di sekitar Terminal Kampung Melayu. Sejauh ini dilaporkan tidak ada calon penumpang busway maupun angkutan umum lainnya di Terminal Kampung Melayu menjadi korban tewas, namun 5 polisi dan 5 warga mengalami luka, serta seorang calon penumpang pingsan karena kaget.
Penulis: Yon K