
Jakarta-SuaraNusantara
Tiga anggota Polri yang menjadi korban meninggal dunia akibat ledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu akan dimakamkan dengan upacara militer dan rencananya pemakaman akan dipimpin Kapolres di wilayah alamat korban masing-masing.
Tiga anggota Polri yang gugur saat bertugas akibat ledakan bom adalah Bripka Ridho Setiawan, Bripka Taufan Tsunami dan Bripka Imam Gilang Adinata. Ketiganya menjadi korban saat sedang bertugas mengawal pawai obor jelang Ramadan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) di sekitar Terminal Kampung Melayu.
Rangkaian pemakaman dilakukan mulai dari rumah duka hingga ke pemakaman. Setiap Kapolres wilayah alamat korban menjadi inspektur upacara pemakaman tersebut.
Untuk korban Bripka Ridho Setiawan, alamat Dasana Indah, Kelurahan Bojong Nangka, Kecamatan Kelapa Dua, Kota Tangerang Selatan, upacara akan dipimpin oleh Kapolresta Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto.
Untuk Bripka Taufan Tsunami, alamat Keranggan Wetan RT 02 RW 10 Kelurahan Jatiranga, Bekasi Barat, Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto akan menjadi inspektur upacara.
Sementara Bripka Imam Gilang Adinata, alamat Jl. Klingkit RT 05 RW 01, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, upacara pemakamannya akan dipimpin Kapolres Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan.
Sementara itu, seluruh korban yang dibawa ke RS Premier sudah dibebaskan dari segala biaya. Karena biaya pengobatan mereka ditanggung Polri dan Pemprov DKI Jakarta.
“Untuk anggota ditanggung polisi. Sipil sudah koordinasi dengan bagian Dinkes (Dinas Kesehatan) DKI dan Suku Dinas (Sudin) Kesehatan,” ujar Quality Manager RS Premier Jatinegara, Susan Ananda, di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).
Di antara semua korban, ujar Susan, korban atas nama Yogi Aryo adalah korban yang mengalami luka paling parah. Dia mengalami luka luar akibat serpihan bom di kepala dan kaki serta luka dalam di kepala.
“Korban paling parah datang ke sini adalah Yogi. Luka di kepala dan kaki. Luka dalam di kepala,” paparnya.
Penulis: Yon K