Amanat Prabowo ke Perwira Remaja TNI-Polri yang Baru Dilantik: Jaga Integritas hingga Penguasaan Teknologi

Presiden RI Prabowo Subianto saat pelantikan 1 177 perwira remaja TNI-Polri (YouTube @sekretariat presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto saat pelantikan 1 177 perwira remaja TNI-Polri (YouTube @sekretariat presiden)

Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto memberikan sejumlah amanat kepada sebanyak 1.177 perwira remaja TNI-Polri yang resmi dilantik Rabu 22 Juli 2026 di Istana Merdeka, Jakarta.

Prabowo mengatakan kepada seluruh perwira baru TNI-Polri, bahwa pelantikan bukan sekedar seremoni, melainkan awal memikul tanggung jawab besar untuk bangsa dan negara.

Prabowo berujar, perwira TNI-Polri baru itu bukan lagi milik keluarga melainkan milik bangsa dan negara.

“Mulai hari ini, sesungguhnya Saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa,” kata Prabowo dalam sambutannya, Rabu 22 Juli 2026.

Prabowo juga menyampaikan bahwa pangkat yang didapat para perwira TNI-Polri baru bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan kepercayaan yang diberikan rakyat Indonesia.

“Hari ini bukan garis akhir. Hari ini adalah awal sebuah pengabdian kepada bangsa dan negara,” tambahnya.

Para perwira pun telah bersumpah untuk mengabdikan jiwa dan raga bagi kepentingan bangsa.

Untuk itu, Prabowo mengingatkan bahwa kepentingan rakyat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Saudara-Saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberi jiwa dan ragamu untuk bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan ancaman yang dihadapi Indonesia kini telah berubah.

Menurut dia, ancaman terhadap negara tidak lagi hanya berupa serangan bersenjata, tapi juga perang siber, perang informasi, penyelundupan, narkotika, kejahatan lintas negara, hingga infiltrasi budaya yang dapat melemahkan bangsa.

Pada saat yang sama, persaingan dunia juga semakin ketat sehingga menuntut Indonesia untuk melangkah lebih cepat.

Maka dari itu, Indonesia harus bisa berdiri dengan mandiri dan kuat dalam semua sektor mulai dari pangan hingga ilmu pengetahuan.

“Karena itu, Indonesia harus kuat. Kita harus mandiri. Mandiri dalam pangan, energi, teknologi, industri pertahanan, dan ilmu pengetahuan,” katanya.

Perubahan lanskap ancaman tersebut menuntut lahirnya perwira dengan kemampuan baru.

Maka dari itu, Prabowo meminta lulusan akademi TNI dan Polri untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar mampu menjawab tantangan keamanan masa depan.

“Kuasai kecerdasan buatan, sistem siber, teknologi nirawak, dan bahasa asing. Perwira masa depan harus unggul dalam karakter, disiplin, kepemimpinan, dan penguasaan sains dan teknologi,” pesan Prabowo.

Kendati demikian, kecanggihan teknologi haruslah diiringi dengan integritas.

Prabowo mengingatkan agar para perwira tidak menyalahgunakan jabatan maupun mengkhianati kepercayaan rakyat.

Pada saat yang sama, TNI dan Polri juga harus mampu menjaga profesionalisme, menghindari loyalitas korps yang sempit, serta menjunjung tinggi integritas dalam setiap penugasan.

“Jangan pernah menyalahgunakan jabatan. Jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya. Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu,” ucapnya.

Prabowo juga meminta para perwira muda selalu mengabdi, melindungi, dan mengayomi rakyat.

“Rakyat tidak menuntut Saudara sempurna. Rakyat menuntut Saudara jujur, Saudara berani, Saudara adil, dan selalu Saudara muncul dan hadir ketika dibutuhkan,” pungkas Prabowo.

Exit mobile version