Suaranusantara.com- Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahi penghargaan tertinggi bagi lulusan Akademi militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) lulusan terbaik yakni Adhi Makayasa 2026 kepada empat taruna terbaik TNI-Polri.
Prabowo menganugerahi Adhi Makayasa 2026 kepada empat taruna terbaik TNI-Polri usai melantik sebanyak 1.177 perwira remaja TNI-Polri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Diketahui, total calon Perwira Remaja TNI-Polri Tahun 2025 berjumlah 1.177 orang. Sebanyak 512 orang berasal dari TNI Angkatan Darat (AD), 229 orang dari TNI Angkatan Laut (AL), 154 orang dari TNI Angkatan Udara (AU), dan 282 orang dari Polri.
Adhi Makayasa merupakan penghargaan untuk para taruna yang menunjukkan prestasi terbaik selama menjalani pendidikan, meliputi aspek akademik, kepribadian, kepemimpinan, jasmani, serta mental.
Adapun empat taruna terbaik yang mendapat Adhi Makayasa 2026 di antaranya:
– Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer (Akmil),
– Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut (AAL),
– Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara (AAU),
– Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian (Akpol).
Tak hanya penghargaan, Prabowo juga menyematkan tanda pangkat perwira kepada empat taruna terbaik itu sebagai simbol dimulainya pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memberikan pesan kepada seluruh perwira remaja TNI-Polri. Kata Prabowo, pelantikan bukan cuma sekedar seremoni kelulusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga kedaulatan negara, melindungi rakyat, dan mempertahankan kepentingan nasional.
“Mulai hari ini, sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluargamu lagi. Saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara. Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa,” kata Prabowo.
Presiden menegaskan setiap perwira yang baru dilantik telah mengucapkan sumpah sebagai janji suci kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia.
Karena itu, mereka diminta memegang teguh integritas, mengutamakan
kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Prabowo juga mengingatkan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi yang lahir dari rakyat. Bahkan pakaian hingga gaji pun berasal dari rakyat.
Oleh sebab itu, para perwira harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pembela masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Ingatlah selalu, Saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat, gajimu dari rakyat,” kata Prabowo.


















Discussion about this post