Muhammadiyah Nilai Transformasi Perseroda PAM JAYA Penting untuk Jakarta yang Berkelanjutan

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup, Dwi Arya, S.Pd (Dok: Istimewa)

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup, Dwi Arya, S.Pd (Dok: Istimewa)

Suaranusantara.com – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta menilai rencana transformasi PAM JAYA menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) merupakan langkah krusial dalam memperkuat layanan publik dan menjaga keberlanjutan lingkungan ibu kota.

Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PW Muhammadiyah DKI Jakarta, Dwi Arya, S.Pd, mengatakan perubahan status tersebut akan mempercepat upaya penyediaan air minum perpipaan bagi seluruh warga Jakarta.

Selain memperluas cakupan layanan, transformasi ini juga diharapkan menjadi solusi untuk menekan penggunaan air tanah yang berlebihan.

“Air adalah sumber kehidupan. Ketergantungan terhadap air tanah yang terlalu tinggi telah menyebabkan penurunan permukaan tanah di berbagai wilayah Jakarta. Dengan memperluas jaringan air perpipaan, ancaman itu bisa ditekan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Menurut Dwi, perubahan status menjadi Perseroda memberikan ruang lebih besar bagi PAM JAYA untuk mandiri secara finansial. Kemandirian ini penting untuk mempercepat pembangunan jaringan air, instalasi pengolahan, serta peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan, langkah ini bukan semata transformasi kelembagaan, tetapi juga bagian dari strategi penyelamatan lingkungan.

“Ketika air perpipaan menjangkau seluruh warga, ketergantungan terhadap air tanah akan berkurang. Dampaknya tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi keamanan dan keberlanjutan kota,” katanya.

Dwi juga menyoroti bahwa penurunan muka tanah bukan sekadar masalah teknis, melainkan ancaman serius terhadap infrastruktur kota dan keselamatan warga.

“Risikonya bisa berlipat, mulai dari kerusakan bangunan hingga potensi banjir rob yang makin luas,” tambahnya.

Ia berharap PAM JAYA dapat memanfaatkan status Perseroda untuk menjadi lebih gesit, inovatif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“Target 100 persen cakupan air perpipaan harus menjadi prioritas. Ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga komitmen menjaga masa depan Jakarta,” tegas Dwi.

Muhammadiyah DKI Jakarta pun menilai bahwa transformasi ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan kota menuju tata kelola air yang modern, berkeadilan, dan ramah lingkungan.

Exit mobile version