
Nias Selatan-SuaraNusantara
Sejumlah tokoh masyarakat Kepulauan Tello bersilahturahmi dengan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara. Dalam pertemuan tersebut meminta Ketua DPRD untuk memberi dukungan dalam pemekaran Kepulauan Tello Nias Selatan menjadi satu Kabupaten.
Hal tersebut disampaikan Pdt Ami Harry Hondo S.Th kepada SuaraNusantara, Kamis (2/11/2017). Harry menyebutkan Ketua DPRD Sumut juga mendukung penuh pemekaran Kepulauan Tello menjadi satu Kabupaten.
“Kita datang ke Ketua DPRD Sumut untuk meminta pendapat dan dukungan dalam pembentukan Kabupaten Kepulauan Tello menjadi satu Kabupaten, dan dia (ketua DPRD) mendukung penuh gagasan tersebut”. Ungkap Harry Hondo
Ami Harry Hondo menjelaskan gagasan pemekaran Kepulauan Tello menjadi satu Kabupaten sudah sejak lama dan disetujui pada masa Pemerintahan Bupati Idealisman Dakhi. Selain Kepulauan yang direkomendasikan termasuk wilayah Nias Tengah yakni Kecamatan Gomi dan sekitarnya.
“Pemekaran Pulau-pulau Batu ini untuk menjadi satu Kabupaten kan sudah mendapat rekomendasi dari DPRD dan telah disetujui pada masa Bupati Idealisman Dakhi. Dan kalau gak salah gagasanya juga pada masa Ketua DPRD nya adalah Pak Hadirat Manao. Sebenarnya bukan hanya Kepulauan saat itu termasuk Nias Tengah yaitu Kecamatan Gomo dan sekitarnya”. Jelas Ami Harry Hondo
“Kita juga telah menyampaikan langsung di Kemendagri bagian Otda (Otonomi Daerah) sekitar tahun 2015 lalu untuk gagasan pemekaran Pulau-pulau Batu ini”. Tambahnya
Walaupun moratorium otonomi daerah belum dicabut oleh Presiden, Ami Harry optimis penggagasan Pulau-pulau Batu (Tello) menjadi satu Kabupaten dapat terlaksana sebagaimana harapan masyarakatnya.
“Moratorium itu sewaktu-waktu kan bisa dicabut, maka kita (Kepulauan Tello) terus berupaya untuk melengkapi administrasinya. Pribahasa mengatakan ‘Sediakan Payung Sebelum Hujan’. Itulah yang kita siapkan pada saat ini”. Ucap Ami Harry Hondo
“Berkas kita sudah diterima. Kita masuk daftar yang kurang lengkap, karena ada dua lagi berkas yang harus kita lengkapi”. Lanjutnya
Kepulauan Tello sendiri terdiri dari 102 Pulau, 7 Kecamatan dan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Nias Selatan. Dalam segi perekonomian, Kepulaun Batu (Tello) memiliki sumber daya alam cukup.
Pulau-pulau Batu dikenal sebagai penghasil ikan terbesar di Kepulauan Nias, Penghasil Perkebunan Kelapa, potensi alam lainya yakni Kepariwisataan yang jauh lebih baik dari Sorake. Di Kepulauan Batu telah memiliki resort-resort di area objek Pariwisatanya. Di sisi lain Kepulan Batu juga telah memiliki satu Babdara yakni Bandara Lasondre.
Adapun yang menjadi gagasan dalam pemekaran Pulau-pulau Batu ini yakni: Merupakan Daerah Terluar, Geografis, Jarak tempuh antara Kepulaun dengan Kabupaten (Kota) Nias Selatan cukup jauh (13 Jam dari Desa Duru menuju Telukdalam)
“Semasa saya masih kecil salah seorang Profesor yaitu Profesor Doktor Daneil Moninca guru besar ITB dan Prof Doktor Isman Manurung ketika mengadakan survei pada tahun 1979 mengatakan bahwa potensi laut Kepulauan Batu ini jika di kelolah dengan baik dapat membiayai APBD Sumatera Utara”. Beber Ami Harry
“Artinya tak ada alasan bahwa Kepulauan Batu tidak bisa menjadi satu Kabupaten kalau melihat dari beberapa gagasan tersebut”. Tukasnya
Ami Harry Hondo maupun masyarakat Kepulaun Batu berharap gagasan pemekaran Pulau-pulau Batu menjadi satu Kabupaten dapat terwujud sebagaimana yang di dambakan oleh masyarakat.
Penulis: Wilson Loi