Palangkaraya-SuaraNusantara
Gubernur Kalimantan Tengah H. Sugianto Sabran asal Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah dan Yulistra Ivo Azhari asal Semarang Jawa Tengah, melangsungkan pernikahan di Istana Isen Mulang Palangka Raya, Kamis (25/1/2018). Prosesi pernikahan tersebut berlangsung tertib, lancar dan sukses.
Prosesi pernikahan dimulai pukul 07.20 WIB ini diawali dengan acara pemberian gelar adat Dayak kepada mempelai wanita dengan nama Nyai Rantian Intan dan pemberian gelar adat Jawa kepada mempelai pria dengan nama Kanjeng Raden Tumenggung Hario Sugianto Sabran Sri Lintang Notoprojo dari Pakualaman Jogjakarta, yang dilanjutkan dengan acara sungkeman.
Seusai pemberian gelar adat kepada kedua mempelai dan acara sungkeman tersebut, dilanjutkan dengan prosesi akad nikah pada Pukul 09.30 – 10.00 WIB. Orang tua kandung pihak mempelai wanita bertindak langsung sebagai wali nikah dalam proses pernikahan tersebut, sedangkan doa nikah disampaikan oleh Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin.
Dalam prosesi akad nikah ini Wakil Presiden RI HM. Jusuf Kalla dipercaya sebagai saksi untuk mempelai pria dan Ketua MPR RI H. Zulkiflie Hasan sebagai saksi pihak mempelai wanita.
Tampak hadir tamu undangan lainnya, di antaranya Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahyo Kumolo, Kapolri Tito Karnavian, Ketua PKB Muhaimin Iskandar, sejumlah Anggota DPR RI dan Menteri Kabinet Kerja serta beberapa Gubernur Kepala Daerah lainnya, termasuk para bupati/wali kota, camat dan lurah se-Kalteng.
Setelah Ijab Kabul, pada pukul 14.00 WIB, kedua mempelai yang sudah resmi menjadi suami-isteri itu turun dari Istana Isen Mulang langsung menaiki Kereta Pengantin yang didesain dalam bentuk perahu Banama Tingang.
Burung Tingang dalam kepercayaan suku Dayak melambangkan kesetiaan. Konon katanya Burung Tingang (Enggang) hanya kawin satu kali dan sangat protektif dengan pasangannya, bahkan setiap hari mengantarkan makanan berupa buah tanggaring kepada pasangannya.
“Jadi, jika diambil dari filosofi ini, Banama Tingang ini melambangkan kesetiaan” kata Endri yang dipercayakan mendesain perahu Banama Tingang tersebut atas permintaan pihak panitia. Perahu Banama Tingang ini dihiasi dengan bunga hidup serta ditempeli rumbai emas dan payung berwarna kuning khas Kerajaan Kotawaringin dan hiasan gunungan Jawa lambang wayang.
Kedua mempelai menaiki Kereta Burung Tingang yang diiringi puluhan paguyuban lainnya mengikuti Kirab Budaya mengelili Bundaran Besar Palangka Raya sekaligus menyapa ribuan masyarakat yang tumpah ruah memadati Bundaran Besar dan sekitar Istana Isen Mulang sejak pagi hari, masyarakat mengekspresikan rasa antusiasnya dan larut dalam suka cita atas pernikahan pemimpinnya itu.
Untuk memeriahkan pesta pernikahan itu, panitia juga menyiapkan 3 panggung masing-masing Panggung 1 menampilkan musik lokal seperti kecapi, suling, karungut dan tari-tarian. Panggung 2 menyajikan tari-tarian dari sekolah, universitas dan perwakilan kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah serta Panggung 3 disiapkan untuk kedua mempelai melakukan pemotongan tumpeng dan pembacaan doa serta pembacaan puisi. Hiburan Rakyat tersebut berlangsung hingga Pukul 17.00 WIB.
Selain itu pihak panitia juga menyiapkan ratusan tenda di lokasi Bundaran Besar Palangka Raya untuk menyajikan berbagai jenis kuliner kepada ribuan warga masyarakat yang diundang pihak panitia dan keluarga kedua mempelai dalam resepsi pernikahan tersebut.
Plt. Sekda Kalteng Fahrizal Fitri selaku Sekretaris Panitia Pernikahan Gubernur Kalimantan Tengah H.Sugianto Sabran dengan Yulistra Ivo Azhari itu menegaskan, Aparatur Sipil Negara yang menghadiri resepsi pernikahan ini secara bergantian sehingga pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.
“Kami tidak menghentikan pelayanan. ASN tetap bekerja dan tidak diliburkan, silakan berkerja secara bergilir, karena bagaimanapun ini satu kehormatan bagi pemimpin yang melaksanakan pernikahannya,” tegas Fahrizal Fitri.
Kontributor: Varrel