Pemkab Lebak Dinilai Tak Serius Tangani Kasus Kekerasan Perempuan

Mahasiswa menilai pemerintah belum maksimal dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan.(and)

Lebak – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menilai, Kabupaten Lebak dalam kondisi darurat perlindungan perempuan.

Penanganan kasus kekerasan perempuan di kabupaten yang dipimpin Iti Octavia Jayabaya ini bahkan dianggap tak dilakukan secara maksimal.

Pemkab Lebak bahkan dituding seolah tak serius menangani kasus kekerasan terhadap perempuan.

Hal tersebut disampaikan PC PMII Lebak saat berunjuk rasa di depan kantor Bupati Lebak, Senin (2/9/2019).

“Pemerintah sepeti tidak serius menangani kasus perempuan,” kata Ketua Umum PC PMII Lebak, Teguh Pati Ajidarma.

Seharusnya kata Tegus, maraknya kasus kekerasan perempuan dan anak menjadi peringatan keras bagi para pemangku kebijakan yang seyogianya mempunyai kewajiban dalam memberikan keamanan kepada perempuan dan anak.

“Karena tidak sedikit anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk pemberdayaan dan perlindungan terhadap perempuan di tiap-tiap desa. Begitu juga anggaran di DP2KBP3A,” ujar Teguh.

Ketua Korps PMII Puteri (Kopri) Lebak Siti Dian Nurdiana menilai, upaya preventif belum dilakukan secara makskmal.

“Kami tidak melihat tindakan preventif yang konkret dilakukan oleh pemerintah daerah. Ini harus jadi evaluasi pemerintah,” imbuhnya.(and)

Exit mobile version