SuaraNusantara.com- Peretasan terjadi pada website milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak, Banten. Laman web sempat memunculkan tulisan berisi pesan kepada Presiden Prabowo Subianto agar menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tulisan tersebut muncul sejak Sabtu hingga Minggu, 2 dan 3 Mei 2026. Dilihat Senin (4/5/2026), pesan yang diberi judul ‘Suara Rakyat’ memang sudah tak ada, namun laman website belum bisa diakses.
“Kepada yang terhormat, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto. Melalui halaman ini, saya menyampaikan pesan pribadi sebagai bagian dari rakyat yang peduli akan masa depan bangsa. Saya memohon agar Bapak mempertimbangkan kembali dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis MBG),” bunyi kalimat dalam paragraf pertama yang ditulis peretas.
Kemudian di paragraf kedua, si peretas menuliskan bahwa walaupun ada niat yang baik dari program MBG, tetapi ada dampak yang dikhawatirkan dalam jangka panjang bakal merugikan masyarakat.
“Beban fiskal negara: Anggaran raksasa yang dialokasikan berisiko membebani APBN dan meningkatkan utang negara yang akhirnya ditanggung rakyat. Risiko inflasi: Pendanaan program ini berpotensi memicu kenaikan pajak atau harga kebutuhan pokok lainnya. Ketidaktepatan sasaran: Kerumitan logistik di lapangan rawan disalahgunakan dan seringkali tidak menyentuh akar pemasalahan kemiskinan yang sebenarnya,” tulis si peretas.
“Kami membutuhkan kebijakan yang lebih berkelanjutan, penguatan lapangan kerja, dan stabilitas harga pangan daripada program bantuan instan yang sangat membebani keuangan negara,” tulisnya lagi.
Di akhir pesan, kalimat agar kebijakan unggulan Prabowo Subianto tersebut dihentikan kembali ditulis.
“Hentikan program MBG demi masa depan ekonomi rakyat,” katanya.
Merespon hal itu, Sekretaris DPRD Lebak, Budhi Mulyanto mengaku, sejak Sabtu sudah dilakukan upaya pemulihan terhadap website yang diretas.
“Sejak hari Sabtu tim IT sudah diperintahkan untuk menindaklanjuti, tapi belum berhasil,” kata Budhi kepada wartawan.
Menurut Budhi, data-data yang dipampang di dalam website merupakan data terbuka untuk umum. Ia memastikan tidak ada dokumen rahasia atau data sensitif yang terekspos dalam insiden tersebut.
“Tidak ada dokumen rahasia,” pungkasnya.(Def)


















Discussion about this post