
Telukdalam – SuaraNusantara
Untuk meningkatkan daya saing kepariwisataan, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga fokus pada bidang promosi. “Tahun 2017 ini, kita lebih mengutamakan program penguatan branding. Memang bukan hanya branding pariwisata Nias Selatan, tetapi branding Indonesia sebagai destinasi wisata,” ujar Plt. Kadis Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Anggreani Dachi, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Branding ini sendiri titik beratnya lebih kepada penyelenggaraan even-even untuk menarik minat wisatawan ke Nias Selatan, seperti Pesta Ya’ahowu, lomba surfing, pagelaran budaya, dan lainnya. “Memang banyak yang bilang sarana dan prasarananya belum ada, tapi itu kan sama kalau kita bilang mana yang duluan ayam atau telur?” tutur Anggreani.
Pelaksanaan even-even tersebut, seperti Pesta Ya’ahowu dan Surfing Cup diperkirakan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2017, seiring dengan perayaan Hari Ulang Tahun Pemekaran Kabupaten Nias Selatan. “Walaupun pelaksanaannya pada bulan Juli, namun mulai sekarang kita sudah bekerja,” tukas Anggreani.
Untuk mensukseskan acara tersebut, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Nias Selatan menggandeng Kementerian Pariwisata untuk promosi dan publikasi. “Dan kalau memungkinkan kita akan menggandeng sponsor,” tambah Anggreani.
Untuk meningkatkan daya saing sektor kepariwisataan, Pemkab Nias Selatan juga bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB). Peningkatan daya saing pariwisata ini juga merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Nias Selatan yang tercantum dalam poin ke-7 program Siwa Sanuwu Sihono, yakni “Mengembangkan Potensi Pariwisata yang Berbasis Pada Sumber Daya Alam dan Kebudayaan”.
Menurut Anggreani, beberapa SKPD lain juga memiliki konektivitas dalam pencapaian tersebut, misalnya pembangunan jalan oleh Dinas PU, koperasi dan kerajinan masyarakat melalui Dinas Perindag, transportasi oleh Dinas Perhubungan, dan lainnya.
“Walaupun Pak Bupati pernah menyampaikan pada RKPD lalu, bahwa tahun 2018 pariwisata merupakan perioritas, namun tidak hanya Dinas Pariwisata yang bekerja, dinas lain pun juga terlibat di dalamnya,” tuturnya.
Lebih jauh dijelakannya, pariwisata Nias Selatan termasuk dalam 88 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sesuai PP 50 Tahun 2011 yang disebut dengan Kawasan Pariwisata Telukdalam dan sekitarnya.
“Pariwisata kita masuk pada salah satu 88 Kawasan Strategi Pariwisata Nasional atau KSPN, namanya KSPN Telukdalam dan sekitarnya. Sibolga saja tidak termasuk pada 88 KSPN,” tutur Anggreani.
Dalam PP 50 tahun 2011 itu juga ditegaskan setiap daerah supaya membuat Rencana Induk Pariwisata Daerah (Riparda) atau Riparprov/Riparkab. Dalam Riparkab tersebut, produk aau obyek wisatanya berada di Kawasan Strategi Pariwisata Kabupaten (KSPKab).
Kawasan strategi Pariwisata Nias Selatan dalam Riparkab ditargetkan akan menjadi Peraturan Daerah (Perda) sehingga tertera rencana atau aksi Pemerintah Daerah pada pengembangan pariwisata tersebut.
Kabupaten Nias Selatan sendiri memiliki setidaknya 116 obyek wisata yang tersebar di 35 kecamatan. Pembangunan destinasi, infrakstruktur dan lainya akan diprioritaskan pada tahun 2018 mendatang, namun even-even wisata akan dilakukan sejak sekarang
Anggreani berharap semua pihak bisa mendukung program pariwisata dan menjadi duta wisata dalam mempromosikan pariwisata Nias Selatan, serta memahami apa yang dimaksud dengan Sadar Wisata dan Sapta Pesona.
“Kita berharap masyarakat bisa ciptakan itu. Sehingga wisatawan sepulangnya dari Nias Selatan memiliki kesan yang baik, dan kenangan itu yang akan disampaikannya kepada calon wisatawan lain,” harapnya.
Penulis: Wilson Loi