Suaranusantara.com – Para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menyambut positif dukungan permodalan melalui Program Pembiayaan Pedagang Pasar yang disalurkan Bank Jakarta.
Menurut para pedagang, dukungan pembiayaan tersebut tidak hanya membantu menggerakkan roda distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan dan memperkuat skala usaha.
Hal itu dirasakan oleh pedagang bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati, Rosmani Sitohang. Ia mengaku, bantuan modal sebesar Rp108 juta yang diterimanya mampu memperkuat perputaran usaha hingga meningkatkan keuntungan secara signifikan.
“Program pembiayaan pedagang pasar ini sangat membantu untuk mengembangkan usaha saya. Keuntungannya sekarang bisa sampai empat kali lipat,” ujar Rosmani saat ditemui dalam acara Akad Massal Program Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9).
Rosmani berharap program pembiayaan yang digulirkan Bank Jakarta dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pedagang pasar.
Hal senada disampaikan pedagang sembako di Pasar Induk Kramat Jati, Ika Tiara. Ia mengaku telah beberapa kali mendapatkan fasilitas pembiayaan modal dari Bank Jakarta. Pada tahap sebelumnya, ia memperoleh pembiayaan sebesar Rp500 juta, sementara pembiayaan terakhir yang diterimanya mencapai Rp400 juta.
Ika menggunakan sebagian pembiayaan tersebut untuk membayar sewa kios dalam jangka panjang. Dana tersebut digunakan untuk membiayai sewa tempat usaha selama 20 tahun ke depan.
“Manfaatnya besar banget bagi pedagang untuk mengembangkan usaha,” kata Ika.
Ia menuturkan, usaha sembako yang dijalankannya terus mengalami peningkatan setelah mendapatkan dukungan pembiayaan dari Bank Jakarta. Kemudahan akses modal dinilainya memberi ruang bagi pedagang untuk memperkuat bisnis dan meningkatkan skala usaha.
Perluas Akses Pembiayaan
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai perluasan akses pembiayaan bagi pedagang penting dilakukan. Pasalnya, pedagang membutuhkan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mengembangkan usaha.
Dia optimistis dukungan permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati. Dengan demikian, para pedagang diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan.
Karena itu, Rano mengapresiasi kolaborasi Bank Jakarta dengan Perumda Pasar Jaya yang dinilainya konkret dalam mendukung UMKM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pasti akan ada dialog antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar usaha lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar yang lain,” kata Rano saat menghadiri penandatanganan Akad Kredit Massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.


















Discussion about this post