Suswono Minta Janda Kaya Nikahin Pria Pengangguran Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Cagub DKI Jakarta, Suswono saat diwawancarai di DPC PKS, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2024). (Ilham F/Suaranusantara)

Cagub DKI Jakarta, Suswono saat diwawancarai di DPC PKS, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (10/9/2024). (Ilham F/Suaranusantara)

Suaranusantara.com – Calon wakil gubernur nomor urut 1, Suswono berkelakar soal kartu janda, dimana ia memberikan saran kepada janda yang kaya raya untuk menikahi pria pengangguran untuk meningkatkan persentase kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Suswono saat menghadiri deklarasi ormas yang diselenggarakan Fahira Idris dan Bang Japar, Minggu (27/10/2024).

Awalnya, Suswono menyatakan bakal melanjutkan program-program gubernur sebelumnya.

Selain itu, Suswono juga akan menambahkan dua kartu.

“Ada beberapa terobosan-terobosan yang nanti akan dilakukan di samping tadi, pembedahan rumah kumuh. Nanti kartu-kartu yang sudah berlaku nanti akan terus dilanjutkan. Bahkan nanti ditambah dua kartu,” kata Suswono.

Kartu pertama, kader PKS ini yakni kartu anak yatim.

“Apa kartunya? Satu tambahannya adalah kartu anak yatim. Jadi anak yatim, ingat ya perhatikan anak yatim nanti jadi anaknya gubernur. Ibu-ibu jangan, ini geer ya bu ya. Jangan nanti asumsinya berarti jandanya dinikahi gubernur. Enggak. Kemarin ada yang nyeletuk,” katanya.

Ia menyampaikan ada warga yang bertanya kartu janda saat dirinya menjelaskan tambahan dua kartu.

Dia lantas mengatakan bahwa, dirinya dan Ridwan Kamil memastikan akan menaruh perhatian lebih kepada janda miskin. Namun, tidak untuk janda kaya.

Suswono lalu berkelakar bahwa janda kaya lebih baik menikahi pria pengangguran.

“Waktu dialog ini. Pak ada kartu janda enggak? Saya pastikan kalau janda miskin pasti ada. Tapi masa janda kaya minta kartu juga? Saya sarankan janda kaya tolong nikahi pemuda yang nganggur,” ujar dia.

“Setuju ya? Coba ingat Khadijah enggak? Tau Khadijah kan? Dia kan konglomerat. Nikahi siapa? Ya Nabi waktu itu belum jadi Nabi. Masih 25 tahun pemuda kan? Nah itu contoh kaya begitu,” tambah Suswono.

Exit mobile version