Suaranusantara.com- Bagi Anda yang rutin memantau perkembangan harga emas Antam, kabar terbaru dari Butik Emas LM di Jakarta Timur bisa jadi bahan pertimbangan penting. Harga logam mulia keluaran Antam kini sedikit terkoreksi setelah sempat menguat sehari sebelumnya.
Berdasarkan pembaruan dari situs Logam Mulia, nilai emas Antam kini berada di kisaran Rp 1.911.000 per gram. Angka ini turun Rp 2.000 dari posisi Rabu kemarin yang sempat mencapai Rp 1.913.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami koreksi serupa, dari Rp 1.757.000 menjadi Rp 1.755.000 per gram. Penurunan ini cukup menjadi perhatian bagi pemilik emas fisik yang berencana melepas koleksi mereka.
Sebagai catatan, harga yang tercantum merupakan harga acuan dari Butik Emas LM di Graha Dipta, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Adapun nilai jual di toko atau gerai lain bisa saja berbeda, tergantung pada kondisi pasar lokal dan margin yang diberlakukan masing-masing outlet.
Dalam transaksi pembelian emas batangan, pemerintah memberlakukan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen, sebagaimana tertuang dalam PMK Nomor 34 Tahun 2017. Namun, pembeli yang mencantumkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat bertransaksi bisa menikmati tarif lebih ringan, yakni 0,25 persen, sesuai regulasi terbaru dalam PMK Nomor 38 Tahun 2023.
Untuk kegiatan buyback, transaksi dengan nilai lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan potongan PPh 22 yang dipotong langsung dari jumlah uang yang diterima. Besaran potongan ini bergantung pada status NPWP nasabah, yaitu 1,5 persen untuk yang memiliki NPWP dan 3 persen bagi yang belum memilikinya.
Berikut adalah daftar harga emas Antam per Kamis, 3 Juli 2025:
-
0,5 gram: Rp 1.005.500
-
1 gram: Rp 1.911.000
-
2 gram: Rp 3.762.000
-
3 gram: Rp 5.618.000
-
5 gram: Rp 9.330.000
-
10 gram: Rp 18.605.000
-
25 gram: Rp 46.387.000
-
50 gram: Rp 92.695.000
-
100 gram: Rp 185.312.000
-
250 gram: Rp 463.015.000
-
500 gram: Rp 925.820.000
-
1.000 gram: Rp 1.851.600.000
Harga emas Antam terus dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, pergerakan harga emas dunia, serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Karena itu, pemantauan berkala menjadi hal penting bagi investor yang ingin menjaga portofolio tetap aman dan menguntungkan.
