Suaranusantara.com- Tren harga emas kembali menjadi sorotan para pelaku pasar dan investor ritel. Meski sempat mencetak rekor tertinggi dalam beberapa bulan terakhir, harga logam mulia dari PT Aneka Tambang Tbk justru terus melorot dalam beberapa hari terakhir, memperkuat sinyal tekanan di pasar komoditas.
Setelah turun Rp 6.000 pada Kamis, kini harga emas Antam terkoreksi tipis sebesar Rp 1.000 dan menetap di angka Rp 1.936.000 per gram.
Penurunan ini menjadi kelanjutan dari tren negatif yang telah berlangsung sejak pertengahan pekan. Sehari sebelumnya, pada Rabu, 18 Juni 2025, harga emas batangan Antam juga telah merosot Rp 7.000 dan berada di level Rp 1.943.000 per gram. Dalam kurun tiga hari terakhir, total penurunan telah mencapai Rp 14.000 per gram, mencerminkan tekanan yang cukup konsisten.
Baca Juga:Â Harga Emas Antam Lanjut Melemah, Turun Rp 6.000 per Gram Hari Ini
Padahal, pada 22 April 2025 lalu, harga emas batangan sempat menembus rekor tertingginya di angka Rp 2.039.000 per gram. Namun kini, nilai tersebut terasa cukup jauh, terutama di tengah ketidakpastian global dan kecenderungan investor untuk melepas kepemilikan emas.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback oleh pihak Antam juga mengalami penurunan senilai Rp 1.000, menjadi Rp 1.780.000 per gram. Seperti biasa, nilai ini akan dikenakan potongan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk transaksi buyback dengan nilai melebihi Rp 10 juta, akan ada pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen bagi mereka yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 3 persen bagi yang belum terdaftar sebagai wajib pajak.
Informasi harga terbaru emas batangan Antam ini tersedia melalui laman resmi Logam Mulia, dan menjadi referensi utama dalam transaksi emas fisik. Meski begitu, harga di gerai atau butik emas bisa saja berbeda tergantung lokasi penjualan.
Baca Juga:Â Harga Emas Antam Anjlok Rp 18.000! Ini Update Lengkapnya!
Berikut ini sejumlah harga terkini untuk berbagai ukuran emas Antam pada Jumat pagi: Emas ukuran 0,5 gram dihargai Rp 1.018.000, sedangkan pecahan 1 gram berada di Rp 1.936.000. Untuk ukuran yang lebih besar seperti 100 gram dan 1.000 gram, masing-masing dibanderol Rp 187.812.000 dan Rp 1.876.600.000.
Dengan tren yang masih menunjukkan arah menurun, pasar masih menantikan arah selanjutnya dari harga logam mulia ini, terlebih menjelang penutupan kuartal kedua 2025.


















Discussion about this post