IHSG Menguat ke Level 7.010, Rupiah Melemah di Rp 16.311

Ilustrasi IHSG (Dok ist)

Ilustrasi IHSG (Dok ist)

Suaranusantara.com- Hari ini, IHSG kembali menguat setelah perdagangan dibuka di Bursa Efek Indonesia. Sebaliknya, rupiah melemah terhadap dolar AS, mengikuti tren negatif mata uang Asia lainnya. Apa yang menyebabkan dinamika ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi, 15 Januari 2025. Berdasarkan data RTI, IHSG naik 53,49 poin atau 0,77 persen, menempatkannya di posisi 7.010,16.

Sebanyak 265 saham terpantau menguat, 112 saham melemah, sementara 175 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 787,85 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 1,12 miliar saham.

Baca Juga: Pionir! Livin’ by Mandiri Integrasikan Mobile Banking dan Layanan Investasi Saham dalam Satu Aplikasi

Namun, kondisi berbeda terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Pagi ini, rupiah melemah 41 poin atau 0,25 persen, berada di level Rp 16.311 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.270. Data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS juga sedikit menurun ke level 109,23 dari posisi kemarin di 109,63. Pelemahan rupiah ini sejalan dengan tekanan pada aset-aset berisiko di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi China dan ancaman perang dagang.

Sementara itu, analis pasar uang, Ariston Tjendra, menyebut bahwa data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari ekspektasi memberikan tekanan pada dolar AS.

Meskipun demikian, Bank Indonesia (BI) diperkirakan tidak akan menurunkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini. Dengan demikian, pergerakan rupiah kemungkinan masih berada di kisaran Rp 16.300 hingga Rp 16.310, dengan level support di Rp 16.200.

Di sisi lain, pergerakan pasar saham di Asia cenderung bervariasi. Indeks Nikkei 225 naik 0,25 persen, sedangkan Strait Times turun 0,23 persen, Shanghai Composite melemah 0,09 persen, dan Hang Seng terkoreksi 0,14 persen.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Lagi, Simak Detail Terbarunya Hari Ini!

Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan bahwa pelemahan juga terjadi pada mata uang rupee India, yang mencapai level terendahnya di 86 terhadap dolar AS. Kondisi ini memengaruhi rencana bank sentral India untuk memangkas suku bunga.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, turut menyoroti pentingnya pembiayaan proyek hilirisasi yang membutuhkan dukungan dari bank nasional dan swasta. Ia juga mengimbau agar dana APBN lebih difokuskan untuk sektor publik, seperti kesehatan dan infrastruktur.

Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.900 dan resistance di 7.110. Jika IHSG mampu bertahan di atas support fraktal 6.931, potensi pembentukan pola double bottom bisa terjadi. Namun, jika level tersebut ditembus, IHSG diprediksi akan melemah hingga ke 6.875.

 

Exit mobile version