Suaranusantara.com – Pada hari Minggu tanggal 14 Juni 2026 ini diperingati sebagai Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day.Peringatan ini di seluruh dunia untuk mengapresiasi jutaan pendonor darah yang secara sukarela membantu menyelamatkan nyawa manusia.
Ketersediaan darah bisa sangat terbatas diberbagai fasilitas kesehatan tanpa partisipasi para pendonor. Padahal kebutuhan darah bersifat terus-menerus untuk korban kecelakaan, pasien operasi hingga penderita penyakit tertentu yang membutuhkan rutin transfusi.
Hari Donor Darah Sedunia Mengapa dipilih 14 Juni ?
Tanggal 14 Juni ini dipilih bukan tanpa alasan. Hari ini menjadi tonggak penting dalam dunia medis karena Hari lahir Karl Landsteiner ilmuwan yang menemukan sistem golongan darah manusia, memungkinkan dilakukan dengan lebih aman dan terstruktur transfusi darah tersebut.Praktik donor darah sudah dikenal sejak lama sebelum perkembangan ilmu modern meski bentuk masih dalam percobaan yang terbatas.
Salah satu tokoh yang menjadi dasar dalam sejarah ini untuk melakukan eksperimen transfusi darah pada hewan.
”Meneliti antara dua anjing dan menunjukkan bahwa proses tersebut dapat dilakukan tanpa efek buruk yang berarti transfusi darah, kemudian temuan ini berkembang menjadi ilmu transfusi darah modern”, Ucap Richard Lower.
Apa makna Hari Donor Darah Sedunia bagi dunia kesehatan?
Hari Donor Darah Sedunia menjadi pengingat penting tentang urgensi ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan tetapi juga bukan sekadar peringatan simbolis.
”Peringatan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor darah sukarela di seluruh dunia yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa”, Ucap Organisasi Kesehatan Dunia.
Siapa saja yang bisa menjadi pendonor darah? Berdasarkan sebagian besar orang sebenarnya memenuhi syarat menjadi pendonor darah. Namun, terdapat beberapa ketentuan kesehatan yang harus diperhatikan agar proses donor aman bagi pendonor maupun penerima.
Berikut beberapa syarat umum donor darah:
-Usia 18 hingga 65 tahun (beberapa negara memiliki batas berbeda)
-Berat badan minimal 50 kg (di beberapa negara bisa 45 kg)
-Dalam kondisi sehat saat mendonor Tidak sedang mengalami flu, sakit tenggorokan, sakit perut, atau infeksi lainnya.
Selain itu, terdapat beberapa ketentuan tambahan terkait tindakan tertentu dan kondisi medis.
”Terdapat kondisi tertentu yang membuat seseorang harus menunda sementara waktu untuk mendonor darah”, Ucap Organisasi Kesehatan Dunia.
Hal ini bertujuan menjaga keamanan proses transfusi. Beberapa di antaranya adalah:
1.Harus menunggu 6 bulan baru melakukan tato atau tindik.
2.Menunggu 24 jam baru menjalani prosedur medis kecil.
3.Menunggu hingga 1 bulansetelah prosedur medis besar.
Selain itu, pendonor juga harus memiliki kadar hemoglobin yang memenuhi standar minimum.Calon pendonor akan menjalani pemeriksaan hemoglobin untuk memastikan kondisi darah cukup sehat sebelum mendonorkan darah. Standar minimal hemoglobin di banyak negara adalah:
Perempuan: tidak kurang dari 12 g/dl, Laki-laki: tidak kurang dari 13 g/dl Jika kadar hemoglobin di bawah batas tersebut, untuk sementara waktu seseorang tidak diperbolehkan mendonor darah.
Dilakukan pemeriksaan ini penting untuk memastikan pendonor tidak mengalami anemia atau kondisi lain yang dapat membahayakan kesehatan setelah donor.