Suaranusantara.com- Gorengan, menjadi salah satu takjil yang paling diburu saat buka puasa Ramadan 1447 H.
Banyak pedagang menjajakan aneka macam gorengan, mulai dari tahu, tempe, pisang, molen, cireng, bakwan dan lain-lain.
Biasanya gorengan disantap saat buka puasa dengan ditemani secangkir kopi atau teh. Begitu gorengan digigit dan minuman diseruput, rasanya begitu nikmat.
Gorengan dipilih menjadi takjil favorit lantaran dinilai bisa memberikan energi setelah seharian berpuasa menahan haus dan lapar.
Namun, jangan salah, ada dampak buruk bagi kesehatan akibat mengkonsumsi gorengan saat buka puasa.
Gorengan memiliki dampak bahaya bagi tubuh saat dikonsumsi ketika buka puasa. Sebab, minyak yang digunakan untuk menggoreng memiliki kandungan lemak yang sulit dicerna oleh tubuh.
Terlebih, selama seharian kamu berpuasa, tubuh membutuhkan proses dalam mencerna makanan yang masuk, seperti gorengan.
Apalagi jika kamu mengonsumsinya sebagai makanan pertama setelah berbuka puasa. Saat perut kosong setelah seharian berpuasa, perut harus bekerja ekstra untuk mencerna lemak pada gorengan.
Karena sulit untuk dicerna, lemak tersebut akan mengganggu serta menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat-zat lain dalam tubuh.
Selain itu, perut tidak akan merasa kenyang meski sudah mengonsumsi banyak gorengan. Akibatnya, lemak pada gorengan yang susah untuk dicerna tersebut menumpuk pada tubuh.
Faktor utama gorengan tidak sehat bagi tubuh karena kandungan minyak di dalamnya.
Namun tergantung pada jenis minyak atau lemak yang digunakan untuk menggoreng, sudah berapa kali dipakai, serta berapa banyak garam yang ditambahkan.
Berikut dampak buruk bagi tubuh mengkonsumsi gorengan saat buka puasa:
Asam Lambung
Saat berpuasa, perut akan kosong karena tidak terisi makanan sama sekali. Saat perut kosong, asam lambung perlahan akan naik.
Pengidap asam lambung biasanya akan memiliki lambung yang lebih sensitif, apalagi jika diisi dengan makanan yang berminyak. Akhirnya, asam lambung semakin meningkat dan perut terasa sangat mual.
Bukan hanya mual, asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan akan menimbulkan sensasi rasa panas di dalamnya.
Biasanya, kondisi tersebut akan berlanjut selama beberapa jam sebelum akhirnya tubuh kembali normal seperti sedia kala.
Semakin banyak gorengan yang dikonsumsi, maka akan semakin buruk juga dampaknya bagi kesehatan lambung.
Sakit Tenggorokan
Kandungan lemak pada gorengan yang dimasak adalah senyawa yang disebut dengan akrolein, yaitu senyawa yang menjadi penyebab radang tenggorokan dan batuk.
Senyawa ini bersifat toksik, yang mampu menyebabkan iritasi pada kulit, saluran pernapasan, atau mata.
Pada sebuah studi yang dilakukan, kandungan akrolein dalam tubuh manusia masih aman jika berada di 7,5 mikrogram per kilogram berat badan.
Selain karena akrolein, gorengan juga tidak baik dikonsumsi saat berbuka, karena tenggorokan bisa saja terasa kering.
Ketika mengonsumsi makanan yang bertekstur keras dan kasar, tenggorokan akan rentan mengalami luka. Oleh sebab itu, sebaiknya kamu mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak saat berbuka puasa.
Kanker
Zat karsinogen yang menjadi penyebab utama dari kanker bisa muncul dari makanan yang diolah dengan cara digoreng, dengan menggunakan suhu yang tinggi.
Zat karsinogen berawal dari zat yang bernama peroksida. Saat zat peroksida ini terpapar suhu yang tinggi terus menerus, maka zat tersebut akan berubah menjadi karsinogen, yaitu zat pemicu kanker.
Zat karsinogen yang terdapat di gorengan adalah akrilamida, amina heterosiklik, dan hidrokarbon aromatik polisiklik, yang umum ditemui pada kentang goreng dan daging yang dimasak dalam suhu yang tinggi.
Sering mengonsumsi gorengan akan menyebabkan sel kanker yang sudah ada dalam tubuh berkembang secara perlahan tanpa disadari.
Lalu, apakah diperbolehkan makan gorengan saat buka puasa?
Meskipun dampak makanan gorengan banyak sekali, mengonsumsi gorengan ketika berbuka puasa sah-sah saja dilakukan, asalkan jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak dilakukan setiap hari.
Jika ingin mengonsumsi gorengan, sebaiknya jangan membeli. Cobalah untuk mengolah dan menggorengnya sendiri di rumah.
Kebanyakan dampak makan gorengan timbul akibat penggunaan minyak goreng yang digunakan berkali-kali.


















Discussion about this post