Suaranusantara.com- Gorengan, siapa yang tidak suka kudapan satu ini. Kudapan ini sering diburu apalagi saat bulan Ramadan 1447 H untuk dijadikan takjil buka puasa.
Aneka gorengan pun tersaji dijajakan para pedagang, mulai dari bakwan, pisang goreng, tempe goreng, tahu, cireng, molen dan masih banyak lagi.
Tapi terkadang, dalam menyantap takjil gorengan yang dibeli, banyak yang tidak memikirkan dampaknya bagi kesehatan.
Mengingat, konsumen tentu tidak mengetahui jelas bagaimana gorengan itu dalam pengolahannya, apakah minyak yang digunakan berkali-kali atau baru.
Ada baiknya, kamu bisa membuat gorengan sendiri di rumah dengan bahan-bahan yang tentu sudah diketahui higienisnya. Serta penggunaan minyak yang tentu bersi dan murni masih baru.
Kabarnya dengan membuat gorengan sendiri di rumah jauh lebih menyehatkan dibanding membeli, apa benar demikian?
Menurut spesialis jantung dan pembuluh darah dr Yislam Aljaidi, SpJP, FIHA, mengungkapkan gorengan yang dimasak sendiri dianggap ‘lebih sehat’ itu karena penggunaan minyaknya.
“Sebenarnya itu karena penggunaan minyaknya ya. Jadi, kita nggak tahu kan kalau di luar itu dia (minyak) sudah dipakai berapa kali,” jelas dr Yislam saat ditemui di Cibubur, Senin 23 Februari 2026.
Jika beli di luar, tidak diketahui apakah minyak murni baru atau sudah berkali-kali digunakan.
“Apa disaring atau dia memang murni minyak dari baru,” lanjutnya.
Penggunaan minyak dipakai berkali-kali, maka bisa menimbulkan efek buruk untuk kesehatan tubuh, akan berpengaruh pada kadar kolesterolnya.
Jika minyak yang digunakan sudah dipakai dan dipanaskan berkali-kali, kadar kolesterolnya jahat relatif tinggi. Berbeda dengan makanan yang digoreng menggunakan minyak baru.
“Ketika dia menggunakan minyak yang baru, memang kadar kolesterolnya tidak setinggi kita menggunakan minyak yang sudah berulang-ulang digunakan,” terang dia.
Meski begitu, dr Yislam tetap menekankan pentingnya mengatur pola makan agar tetap seimbang. Ada kandungan serat, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan lain sebagainya.
“Jadi boleh saja sesekali, tapi jangan terlalu sering. Tetap pentingkan gizi yang lain, proteinnya harus tinggi protein, karbohidratnya cukup dengan makanan lemak sehat, nah itu lebih penting,” tegasnya.


















Discussion about this post