Wanita Lansia Harus Kenali Gangguan Sistem Urine Ini

Foto: Net

Jakarta-SuaraNusantara

Gangguan sistem urine berupa interkontensia urine diketahui paling banyak dialami oleh wanita di usia lanjut. Jumlah penderitanya sekitar 22 persen dari keseluruhan lansia wanita.

Bentuk penyakit ini cukup banyak, mulai dari urine yang merembes keluar saat batuk atau bersin, hingga perasaan ingin buang air kecil yang tiba-tiba sehingga anda bisa mengompol karena tidak sempat pergi ke toilet.

Beberapa tipe dari inkontinensia urine ini adalah:

1. Overflow yaitu urine dalam kandung kemih sudah terlalu penuh, gejalanya salah satunya adalah tidak puas setelah berkemih karena urine sedikit keluar dan pancarannya lemah.

2. Stres, saat batuk, tertawa, atau bersin, urine akan keluar karena terjadinya peningkatan tekanan dalam perut.

3. Urge adalah salah satu kondisi yang ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena otot kandung kemih (otot destrusor) tidak stabil.

“Untuk mencegah terjadinya penyakit ini Anda bisa banyak memperbanyak aktivitas fisik,” ujar  dr. Firtantyo Adi Syahputra, Sp.U, spesialis urologi dari klikdokter, dalam acara Talkshow ‘Sulitnya Menahan Buang Air Kecil’ di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurutnya, aktivitas fisik yang dilakukan bisa berupa joging, berenang, atau bersepeda dengan total waktu 2 jam setiap minggu. Durasi 2 jam itu tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi ke dalam beberapa hari, misalnya 4 hari seminggu masing-masing 30 menit.

Kemudian lebih lanjut, masyarakat harus memiliki gaya hidup sehat dan menghindari makanan yang memicu inkontinesia seperti kopi, teh dan soda.

Selain itu, masyarakat bisa memperbanyak mengonsumsi air putih minimal 2 hingga 4 liter per hari.

“Ini membantu mengurangi angka kejadian sehingga urine bisa lancar dan jernih,” ujarnya.

Penulis: Askur/Viva

Exit mobile version