Suaranusantara.com – Kemandulan adalah kondisi di mana pasangan suami istri tidak bisa memiliki anak, meski aktif berhubungan intim.
Kemandulan bisa disebabkan oleh banyak faktor, baik pada pria maupun wanita. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita, serta cara mengatasinya.
Kemandulan pada Pria
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kemandulan pada pria adalah:
- Infeksi menular seksual (IMS), seperti chlamydia dan gonore. IMS dapat merusak saluran sperma dan mengganggu produksi sperma. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari perilaku seksual berisiko, menggunakan kondom, dan melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara rutin.
- Saluran sperma tersumbat. Saluran sperma adalah saluran yang menghubungkan testis dengan uretra, tempat sperma keluar saat ejakulasi. Saluran sperma bisa tersumbat akibat infeksi, cedera, atau operasi. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan operasi untuk membuka saluran yang tersumbat atau mengambil sperma langsung dari testis untuk proses inseminasi buatan atau bayi tabung.
- Gangguan ejakulasi. Gangguan ejakulasi adalah kondisi di mana pria tidak bisa mengeluarkan sperma saat orgasme, atau sperma keluar ke arah yang salah (retrograde ejaculation). Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyebab gangguan ejakulasi, seperti diabetes, obat-obatan, atau masalah psikologis. Jika tidak berhasil, sperma bisa diambil dari urine atau kantong zakar untuk proses inseminasi buatan atau bayi tabung.
- Kelainan enzim pada sperma. Kelainan enzim pada sperma adalah kondisi di mana sperma tidak memiliki enzim yang dibutuhkan untuk memecah lapisan pelindung sel telur (zona pellucida). Cara mengatasinya adalah dengan melakukan proses bayi tabung dengan metode intracytoplasmic sperm injection (ICSI), yaitu menyuntikkan satu sperma ke dalam sel telur.
- Impotensi. Impotensi adalah kondisi di mana pria tidak bisa ereksi atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyebab impotensi, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obat-obatan, atau masalah psikologis. Jika tidak berhasil, bisa menggunakan alat bantu seperti vakum, cincin, atau suntikan.
- Varikokel, yaitu pembengkakan pada pembuluh vena di dalam kantong zakar atau skrotum. Varikokel dapat meningkatkan suhu di dalam skrotum dan mengurangi kualitas dan jumlah sperma. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan operasi untuk mengikat atau memotong pembuluh vena yang bengkak.
Kemandulan pada Wanita
Beberapa hal yang dapat menyebabkan kemandulan pada wanita adalah:
- Gangguan lendir serviks. Lendir serviks adalah cairan yang keluar dari leher rahim, yang berfungsi untuk membantu sperma bergerak menuju sel telur. Gangguan lendir serviks bisa disebabkan oleh infeksi, obat-obatan, atau faktor hormon. Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyebab gangguan lendir serviks, menggunakan pelumas yang ramah sperma, atau melakukan proses inseminasi buatan atau bayi tabung.
- Gangguan ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur dari indung telur, yang terjadi setiap bulan. Gangguan ovulasi bisa disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, stres, atau faktor usia. Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyebab gangguan ovulasi, menggunakan obat-obatan yang merangsang ovulasi, atau melakukan proses inseminasi buatan atau bayi tabung.
- Endometriosis, yaitu suatu kondisi di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Endometriosis dapat menyebabkan peradangan, nyeri, dan pendarahan yang abnormal. Endometriosis juga dapat mengganggu fungsi indung telur, saluran telur, dan rahim. Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyebab endometriosis, menggunakan obat-obatan yang mengurangi pertumbuhan jaringan endometrium, atau melakukan operasi untuk mengangkat jaringan endometrium yang tumbuh di luar rahim.
- Penyakit tertentu, seperti diabetes yang tidak terkontrol, cystic fibrosis, dan penyakit autoimun. Penyakit-penyakit ini dapat mengganggu fungsi reproduksi, hormon, atau sistem kekebalan tubuh. Cara mengatasinya adalah dengan mengobati penyakit yang mendasari, menjaga pola hidup sehat, atau melakukan proses inseminasi buatan atau bayi tabung.