Tingkatkan Pelayanan, Dinkes Nias Selatan Tambah Jumlah Ambulans

Plt Kadis Kesehatan Nias Selatan Asa’atulö Lase SKM (Foto: Wilson Loi)

Nias Selatan-SuaraNusantara

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Selatan berniat menambah jumlah ambulans dan memberi rujukan gratis bagi masyarakat. Hal itu disampaikan  Plt Kadis Kesehatan Nias Selatan Asa’atulö Lase, SKM saat ditemui di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

“Kita sudah ajukan penambahan 28 unit ambulans untuk menjemput warga yang sakit, kecuali di daerah yang tidak bisa dijangkau roda empat,” kata Asa’atulö Lase.

Nantinya, masyarakat yang dirujuk dari puskesmas ke rumah sakit seperti Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Lukas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, akan mendapatkan pelayanan dan pengobatan gratis.

“Bagi masyarakat yang dirujuk, biaya operasional ambulans gratis, pengobatan rujukan gratis, ditanggung Dinkes,” katanya.

Sementara untuk rujukan keluar daerah, Asa’atulö Lase menyarankan agar menggunakan BPJS. “Tapi kalau ada dana bisa kita bantu,” tandasnya.

Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan sebagaimana tercantum dalam program Siwa Sanuwu Sihono.

Dia menjelaskan, untuk memenuhi pelayanan kesehatan masyarakat itu, pada tahun 2017 ini, melalui dana DAK,  pihaknya sudah mengajukan pengadaan 28 unit mobil ambulans ke Kementerian Kesehatan RI.

“Mudah-mudahan Kementerian  Kesehatan bisa mengabulkan,” harapnya.

Untuk memenuhi ketersediaan obat-obatan di setiap puskesmas dan RSUD Lukas, ia menjelaskan tahun ini akan dilakukan pengadaan obat-obatan berdasarkan usul dan sesuai kebutuhan dari masing-masing puskesmas yang ada di Kabupaten Nias Selatan.

“Pengadaan obat-obatan selama ini kan ‘semau gue’ pihak Dinkes saja. Jadi tahun ini  pengadaanya melalui usulan dan permintaan dari setiap puskesmas dan  sesuai kebutuhan,” katanya.

Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, pihaknya akan mendatangkan tenaga dokter spesialis dari luar daerah dan sekaligus sebagai salah satu syarat untuk mendukung RSUD Lukas mendapatkan standarnisasi.

“Selama ini kan RSUD Lukas masih belum ditetapkan tipenya atau standarnisasinya. Makanya kita datangkan 3 dokter spesial sebagai salah satu pendukung agar RSUD Lukas menyandang tipe,” jelasnya.

Sementara untuk mengantisipasi adanya korban gigitan anjing gila, Asa’atulö Lase menjelaskan akan membuka Rabies Center yang tersebar di lima kecamatan. “Tahun ini juga kita programkan Rabies Center di lima kecamatan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya gigitan anjing gila,” paparnya.

Ia menyebutkan, selama tahun 2016 setidaknya ada 6 kasus akibat dari gigitan anjing yang terindikasi sakit rabies. “Bahkan ada yang  meninggal dunia akibat gigitan anjing ini,” katanya. (WL)

 

Exit mobile version