Trik Masak Plecing Kangkung: Sederhana, Tapi Sensasinya Menggigit

Plecing Kangkung

Plecing Kangkung

Suaranusantara.com- Tak banyak yang tahu, di balik kesederhanaan sepiring plecing kangkung khas Lombok, tersimpan teknik memasak yang tak bisa dianggap remeh.

Hidangan ini dikenal menampar lidah dengan sensasi pedas dan segarnya bumbu ulek. Namun, tanpa cara pengolahan yang tepat, warna hijau cerah kangkung bisa hilang seketika. Di balik tampilan sederhana plecing kangkung, terdapat seni kecil yang menentukan hasil akhirnya.

Untuk menghasilkan plecing kangkung yang renyah dan tidak berubah warna, proses merebus sayuran sebaiknya tidak berlangsung terlalu lama. Jika kangkung direbus terlalu lama, risiko berubah menjadi kusam atau kehitaman cukup besar.

Oleh karena itu, sesuai resep yang diadaptasi dari Reza Permadi dalam buku “Reza in Holland Masak Masakan Indonesia” (2022) terbitan Gramedia Pustaka Utama, waktu perebusan ideal hanya sekitar tiga menit. Setelah itu, kangkung langsung direndam dalam air es agar warnanya tetap segar.

Bumbu plecing terdiri dari cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, dan tomat yang direbus sebentar sebelum diulek bersama terasi dan gula merah. Air perasan jeruk limau ditambahkan untuk memperkuat rasa segar.

Kangkung yang telah ditiriskan kemudian disusun dalam piring saji sebelum disiram dengan bumbu ulek tersebut. Sebagai pelengkap, kacang tanah goreng dapat ditaburkan di atasnya jika diinginkan.

Dengan teknik perebusan singkat dan proses perendaman menggunakan air es, plecing kangkung bukan hanya menghadirkan rasa pedas dan segar, tetapi juga tampil menarik karena warna hijau sayurnya tetap terjaga.

Tak heran bila hidangan ini terus menjadi favorit dan sering dijadikan inspirasi dalam menu rumahan maupun restoran yang mengusung cita rasa Nusantara.

Exit mobile version