Profil Titiek Puspa, Musisi Legendaris Indonesia yang Tutup di Usia 87 Tahun

Titiek Puspa meninggal dunia

Titiek Puspa meninggal dunia

Suaranusantara.com- Kabar duka menimpa jagat hiburan tanah air. Titiek Puspa, seorang legenda yang selama ini dikenal melalui melodi dan liriknya resmi berpulang, meninggalkan sejarah panjang yang tak tergantikan.

Titiek Puspa, sosok yang telah lama dikenal sebagai legenda musik Indonesia, dinyatakan telah meninggal dunia di usai 87 tahun di salah satu rumah sakit di Jakarta.

Informasi duka ini disampaikan melalui sambungan telepon oleh Mia, yang merupakan manajer Titiek Pusapa. Menurut keterangan yang diterima, kepergian sang maestro terjadi sekitar pukul 16.25 WIB di RS Medistra, Gatot Subroto.

“Iya, Eyang Titiek baru saja meninggal. Sekitar 15 menit lalu,” katanya.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, Titiek Puspa dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Gatot Subroto karena mengalami pendarahan otak kiri, pada 26 Maret 2025.

Profil Titiek Puspa

Titiek Puspa, yang dikenal luas sebagai salah satu ikon musik dan perfilman Indonesia, merupakan sosok musikus senior yang telah mengukir prestasi sejak usia muda. Lahir dengan nama Sudarwati pada 1 November 1937 di Tanjung, Kalimantan Selatan, perjalanan hidupnya penuh dengan dinamika identitas, dari awalnya bernama Kadewati, kemudian berubah menjadi Sumarti sebelum akhirnya dikenal dengan nama panggung Titiek Puspa.

Sejak kecil, Titiek memiliki impian untuk mendidik anak-anak sebagai guru taman kanak-kanak. Namun, mimpi itu perlahan bergeser ketika bakat menyanyi yang menggelegar muncul pada usia 14 tahun.

Kemenangan dalam beberapa kompetisi menyanyi membuatnya menapaki jalur karier yang berbeda, meski keputusan itu sempat mendapat tentangan dari keluarga. Keberaniannya untuk terus melangkah membawanya ke panggung-panggung kecil, hingga akhirnya menembus dunia penyiaran melalui Radio RRI dan mengikuti kompetisi Bintang Radio di Semarang.

Usianya yang masih belia, tepatnya 17 tahun, membawa Titiek ke Jakarta untuk bertanding di kancah nasional. Meskipun ia tidak meraih juara dalam kompetisi tersebut, pengalaman tampil di panggung final Bintang Radio membuka peluang dan menumbuhkan keyakinan untuk menjadikan dunia tarik suara sebagai panggilan hidup.

Di sinilah ia memulai perjalanan sebagai penyanyi, awal yang penuh liku yang kemudian mengantarkannya meraih gelar penyanyi Istana Negara setelah mendapat sambutan hangat dari Presiden Soekarno.

Dalam perjalanannya, ia sempat menggunakan nama samaran Titiek Puspo, diambil dari panggilan sehari-hari dan nama ayahnya, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Titiek Puspa.

Nama itu bukan hanya melekat pada dirinya, tetapi juga pada orkes pengiring yang menyertai setiap penampilannya. Bimbingan dari para profesional seperti Iskandar, yang merupakan pencipta lagu dan pemimpin orkes, serta Zainal Ardi, sang penyiar RRI sekaligus suaminya, turut membentuk karier musiknya yang gemilang.

Salah satu momentum puncaknya adalah keberhasilan lagu “Si Hitam” pada tahun 1963, yang menempatkannya di puncak popularitas dan mengukuhkan dirinya sebagai pencipta lagu berbakat.

Tak hanya di dunia musik, Titiek Puspa juga menorehkan prestasi di layar lebar. Sejak debut di film “Di balik Tjahaja Gemerlapan” pada tahun 1966, ia terus tampil dalam sejumlah film populer seperti “Bing Slamet Djalanan”, “Ateng Minta Kawin”, “Bawang Putih”, hingga “Apanya Dong”.

Penampilannya di film “Ini Kisah Tiga Dara” pada tahun 2014 bahkan membawanya masuk nominasi sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di beberapa ajang penghargaan bergengsi.

Tak menghilangkan semangat meski usia telah lanjut, Titiek Puspa selalu tampak enerjik dan awet muda. Hal ini dibuktikan ketika ia menggelar konser ulang tahun ke-70 bersama penyanyi ternama Indonesia.

Meski sempat menghadapi cobaan berat dengan diagnosa kanker serviks pada usia 69 tahun dan menjalani perawatan intensif, semangat juangnya tetap menyala, menjadikan dirinya sosok yang patut dikenang sebagai legenda sejati di kancah hiburan bangsa.

 

Exit mobile version