Jadwal Pasti Kongres PDI Perjuangan Belum Juga Ditentukan, Terganjal Kasus Hasto Kristiyanto?

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang atas kasus yang menjeratnya. Kongres PDI Perjuangan belum jelas kapan digelar (instagram @pdiperjuangan)

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto saat menjalani sidang atas kasus yang menjeratnya. Kongres PDI Perjuangan belum jelas kapan digelar (instagram @pdiperjuangan)

Suaranusantara.com- Jadwal pasti Kongres PDI Perjuangan belum juga ditentukan oleh partai kapan akan digelar. Para Ketua DPP PDI Perjuangan seperti Puan Maharani mengatakan kongres akan dilaksanakan pada tahun 2025 ini dan tidak akan lewat.

Kendati demikian, Puan belum dapat memastikan kapan pastinya akan digelar Kongres PDI Perjuangan. Hal ini dikarenakan partai berlambang moncong putih itu masih melihat situasi dan kondisi terkini.

Kongres sampai saat ini belum ditentukan akan dilaksanakan kapan, karena melihat situasi, kondisi yang ada, tentu saja ini tidak perlu dilakukan terburu-buru, semuanya on the track,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Senin 14 April 2025.

Senada dengan Puan, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat pun juga berujar demikian. Djarot mengatakan bahwa kongres akan digelar tahun 2025 ini.

“Pelaksanaannya di tahun 2025,” kata Djarot usai menghadiri pertunjukan teater musikal di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa 15 April 2025 malam.

Djarot mengatakan PDI Perjuangan hingga kini belum menentukan kapan pastinya pelaksaan Kongres ke VI PDIP. Namun, Djarot menegaskan Kongres PDI Perjuangan tak perlu digelar secara tergesa-gesa.

“Enggak usah buru-buru ya,” ujarnya.

Saat ditanya apakah tengah menunggu kasus Hasto Kristiyanto selesai, Djarot tidak menjawabnya.

Djarot hanya mengatakan Kongres PDI Perjuangan tak perlu terburu-buru lantaran Indonesia sedang fokus menghadapi perubahan geopolitik global hingga perang tarif Amerika Serikat dan China.

“Jadi kita masih konsentrasi di beberapa hal yang sangat penting, terutama sekarang menghadapi perang tarif dengan Amerika Serikat. Ya persoalan-persoalan global geopolitik itu penting, persoalan tentang bagaimana Indonesia mengantisipasi berbagai macam kemungkinan terjadi dengan perubahan geopolitik,” ucap dia.

Adapun Hasto Kristiyanto menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak 20 Februari 2025 lalu.

Hasto pun telah melalui serangkaian sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta atas kasus yang menjeratnya.

Hasto didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas kasus suap terkait Harun Masiku dan perintangan penyidikan.

Exit mobile version