Jokowi Sambangi Bareskrim Polri, Jalani Pmeriksaan Soal Tudingan Ijazah Palsu

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi tak hadiri undangan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Senin 2 Juni 2025

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi tak hadiri undangan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar Senin 2 Juni 2025

Suaranusantara.com- Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi pada Selasa 20 Mei 2025 menyambangi Bareskrim Polri. Adapun kedatangan Jokowi ke Bareskrim Polri adalah memberikan keterangan terkait tudingan ijazah palsu.

Jokowi terlihat mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat hitam dan peci hitam. Dia nampak duduk di hadapan penyidik Bareskrim Polri memaparkan keterangan terkait tudingan ijazah palsu.

Jokowi tak sendirian melainkan didampingi oleh tim hukum seperti Yakup Hasibuan. Terlihat pula ajudan dan tim hukum lainnya berada di luar ruang pemeriksaan.

Terlihat dari luar ruangan, penyidik menanyakan sejumlah pertanyaan kepada Jokowi. Sayang tam terdengar apa yang ditanyakan.

Jokowi diketahui memberikan keterangan selama kurang lebih satu jam lamanya. Jokowi kemudian keluar dari ruang pemeriksaan di Gedung Awaloedin Djamin sekitar pukul 10.45 WIB.

Lalu Jokowi keluar dan memberikan keterangan kepada awak media yang menunggunya dari tadi. Jokowi menyampaikan dirinya sekaligus mengambil ijazah yang sebelumnya sempat dipegang Bareskrim.

“Saya menerima undangan dari Bareskrim untuk memberikan keterangan atas aduan dari masyarakat kepada Bareskrim, dan saya memenuhi undangan itu. Sekaligus saya mengambil ijazah yang saat lalu diantarkan ke Bareskrim dan sudah saya ambil,” ujar Jokowi seusai pemeriksaan.

Kata Jokowi, dia mendapat sebanyak 22 pertanyaan. Jokowi mengatakan dia ditanyai soal ijazah dari SD sampai kuliah.

“Ada 22 pertanyaan yang disampaikan, seputar ijazah dari SD, SMP, SMA, sampai universitas, yang berkaitan dengan skripsi, dengan kegiatan mahasiswa, sekitar itu,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengaku sedih jika proses hukum soal tudingan palsu ijazah palsu terus berlanjut ke tahap selanjutnya.

“Saya sebetulnya ya, sebetulnya ya sedih kalau proses hukum mengenai ijazah ini maju lagi ke tahapan berikutnya. Saya kasihan,” tutur dia.

Namun, menurut Jokowi, tudingan ijazah palsu kepada dirinya sudah melampaui batas. Karena itu, Jokowi menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada penyidik.

“Tapi kan ini sudah keterlaluan, jadi kita tunggu proses hukum,” lanjut Jokowi.

Exit mobile version