Mahfud MD Dorong Selidiki Dugaan Mark Up Kereta Cepat Whoosh, KPK Mengaku Sudah Dalam Tahap Penyelidikan

Mahfud MD dorong KPK selidiki dugaan mark up kereta cepat Whoosh (instagram @mohmahfudmd)

Mahfud MD dorong KPK selidiki dugaan mark up kereta cepat Whoosh (instagram @mohmahfudmd)

Suaranusantara.com- Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD sebelumnya mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan mark up yang terjadi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh.

Hal itu disampaikan Mahfud lantaran adanya perbedaan hitungan antara Indonesia dan China yang mencapai tiga kali lipat bedanya.

Di mana menurut perhitungan Indonesia sebesar USD52 juta per kilometer. Sementara, berdasarkan perhitungan China biayanya USD17-18 juta per kilometer.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” kata Mahfud lewat cuitannya di akun pribadi media sosial X, dilihat Senin 27 Oktober 2025.

Mahfud lalu mempertanyakan siapa yang menaikan sampai tiga kali lipat dan ke mana larinya uang itu.

“Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah, itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini,” tambah Mahfud.

KPK pun angkat bicara melalui Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu yang mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Saat ini sudah pada tahap penyelidikan, (kereta cepat Whoosh)” kata saat dihubungi wartawan, Senin 27 Oktober 2025.

Saat ditanya kapan penyelidikan dilakukan, Asep enggan menjelaskan. Sebab, KPK biasanya melakukan penyelidikan secara tertutup.

Exit mobile version