Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Soal Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh, Begini Jawaban Jokowi

snc4 by snc4
28 October 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal utang kereta cepat Whoosh (instagram @nasutionbook.id)

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi soal utang kereta cepat Whoosh (instagram @nasutionbook.id)

1
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Polemik utang kereta cepat Jakarta-Bandung, Whoosh masih menjadi perhatian publik. Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi pun angkat bicara soal permasalahan itu.

Jokowi saat ditemui Kottabarat, Senin 27 Oktober 2025, menjelaskan manfaat dari kereta cepat Whoosh yang bertujuan mengatasi kemacetan.

Kata Jokowi, kemacetan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi selama puluhan tahun. Untuk itu, selama masa pemerintahannya, dia membangun sejumlah transportasi umum yang nyaman untuk rakyat.

BACAJUGA

Hasan Nasbi Kembali ke Istana Jadi Penasihat Khusus Presiden, Tepis Isu Soal Bersih-bersih Orang Jokowi dari Tim Prabowo

Menkeu Purbaya Soroti Proyek Whoosh dan LRT, Lemahnya Pengawasan Picu Pembengkakan Biaya

Selain membangun Whoosh, Jokowi juga membangun LRT dan MRT guna mengatasi kemacetan di area Jabodetababek.

“Ini sudah sejak 30 tahun, 40 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu dan Jabodetabek juga kemacetannya parah,” kata Jokowi, Senin 27 Oktober 2025.

Jokowi berujar terkait Whoosh, proyek itu dibangun mengatasi kemacetan di Bandung, Jawa Barat yang juga sama parahnya seperti di Jabodetabek.

Bahkan adanya kemacetan parah di Bandung membuat ekonomi mengalami kerugian mencapai Rp.100 triliun per tahun.

“Nah, untuk mengatasi itu kemudian direncanakan dibangun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat, dan sebelumnya lagi KRL. Ada juga kereta bandara agar masyarakat berpindah dari transportasi pribadi mobil atau sepeda motor ke sepeda motor,” jelasnya.

Untuk mengurangi kerugian akibat kemacetan, maka dibangunlah moda transportasi umum yang nyaman digunakan seperti, Whoosh, MRT dan LRT.

“Kereta cepat, MRT, LRT, kereta bandara, KRL. Agar kerugian itu bisa terkurangi dengan baik. Dan prinsip dasar transportasi massal, transportasi umum itu adalah layanan publik. Ini kita juga harus ngerti bukan mencari laba,” sambung Jokowi.

Menurutnya, transportasi massal atau umum tidak bisa dilihat dari laba saja. Melainkan juga dari keuntungan sosial, salah satunya pengurangan emisi karbon.

“Jadi, sekali lagi, transportasi massal, transportasi umum, itu tidak diukur dari laba, tetapi adalah diukur dari keuntungan sosial. Social return on investment, misalnya, pengurangan emisi karbon,” terangnya.

Selain itu, ada keuntungan lain yang didapat dalam pembangunan moda transportasi umum. Salah satunya berkurangnya polusi udara.

Bicara soal subsidi, menurutnya itu bukanlah kerugian melainkan investasi.

“Di situlah keuntungan sosial yang didapatkan dari pembangunan transportasi massal. Jadi sekali lagi, kalau ada subsidi itu adalah investasi, bukan kerugian. kayak MRT. Itu pemerintah provinsi DKI Jakarta mensubsidi Rp 800 miliar per tahun itu pun baru dari Lebak Bulus sampai ke HI. Nanti kalau semua rute sudah selesai diperkirakan Rp 4,5 triliun. Dari hitung-hitungan kami dulu 12 tahun yang lalu,” bebernya.

Jokowi mengatakan jumlah penumpang Whoosh mencapai 12 juta. Whoosh mempermudah rakyat, macet pun teratasi sehingga ekonomi mulai pulih dan kerugian mengecil.

“Itu pun kalau penumpangnya sekarang per hari kan kayak Whoosh itu sudah 19.000 dan sudah mencapai penumpang sampai 12 juta penumpang. Itu kalau setiap tahun naik, naik, naik orang berpindah, ya kerugiannya akan semakin mengecil, semakin mengecil, semakin mengecil.

Disinggung mengenai apakah sudah pernah memprediksi kerugian Whoosh sebelumnya, Jokowi tidak menjadi dengan lugas. Dirinya memprediksi Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) makin positif.

“Ini kan baru tahun pertama. Mungkin diperkirakan apa EBITDA-nya juga sudah positif dan diperkirakan akan lebih turun lagi setelah enam tahun. Perkiraan, karena ini tergantung perpindahan orang ya dari transportasi pribadi ke transportasi massal,” tuturnya.

Tags: JokowiKereta CepatWhoosh
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim usai sidang dengan agenda dakwaan di PN Tipikor, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1/2026). (Ilham F/Suaranusantara).
Nasional

Nadiem Makarim Dituntut Bayar Rp5,6 Triliun, Jaksa Siap Sita Aset

by Drt
13 May 2026

Suaranusantara.com- Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan...

Franka Franklin dan Nadiem Makarim (Dok ig Franka Franklin)
Nasional

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook

by Drt
13 May 2026

Suaranusantara.com- Sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan...

Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Presiden Soroti Penindakan Kawasan Hutan, Prabowo Subianto: Rakyat Ingin Bukti Nyata

13 May 2026
Angkie Yudistia melakukan kunjungan langsung ke SLBN 6 Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2026 (suaranusantara.com)

Hadirkan Gerakan ‘Generasi Menembus Batas’ di SLBN 6 Jakarta, Angkie Yudistia Dorong Generasi Muda Lebih Inklusif dan Berani Berkarya

13 May 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Prabowo Subianto Bela Satgas PKH, Sebut Masih Ada Ribuan Triliun Kekayaan Negara Harus Diselamatkan

13 May 2026

Dukung Keputusan Sekjen MPR, F-PKB MPR RI : LCC Dievaluasi Untuk Dilanjutkan

13 May 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan jadi Dewan Pembina PSI (instagram @yusufmuhammad)

Lama Tak Terlihat, Begini Kondisi Terbaru Jokowi

10 months ago

PT Ajib Tours Halal Bihalal dan Syukuran Kantor Baru di Cibubur, Didoakan Penuh Berkah

6 days ago
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (instagram @pramonoanungw)

Pramono Anung Tak Izinkan Atlet Israel ke Jakarta: Tak Ada Manfaatnya

7 months ago
Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

Antisipasi Ajakan Golput, Puluhan Polisi Jaga PSU di Desa Bunar

7 years ago
LPS – OJK Perbaharui Juklak Pertukaran Data dan Informasi

Perkuat Tugas Pengawasan, Penjaminan dan Resolusi Bank, LPS – OJK Perbaharui Juklak Pertukaran Data dan Informasi

1 year ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

Habiburokhman: Sistem Peradilan Kita Masih Berat Sebelah

BERITA TERKINI

Marinus Gea saat kunker di Kanwil Imigrasi Bali, Rabu 13//5/26.
Nasional

Marinus Gea Soroti Ancaman Kejahatan Transnasional di Bali, Imigrasi Diminta Bertindak Tegas

by Drt
13 May 2026

Suaranusantara.com- Anggota DPR RI Marinus Gea menyoroti urgensi penguatan kinerja dan tata kelola keimigrasian di Provinsi Bali...

Jaksa Agung ST Burhanuddin saat melaporkan hasil penegakan hukum Satgas PKH di hadapan Presiden Prabowo Subianto

Jaksa Agung Burhanuddin Ingatkan Pengusaha Tak Mafaatkan Kekayaan Indonesia

13 May 2026
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara penyerahan denda administratif dan lahan kawasan hutan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026)

Prabowo Subianto Ungkap Ada Rp39 Triliun Dana Misterius Diduga Milik Koruptor

13 May 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung terima tamu Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Panglima Perang Ustaz Dato' Hj. Mohd Nassuruddin bin Hj. Daud, Rabu 13 Mei 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.(Instagram @pramonoanungw)

Pramono Terima Tamu Menteri Besar Kelantan di Balai Kota, Apa yang Dibahas?

13 May 2026
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal status Jakarta sebagai Ibu Kota Negara (Instagram @pemprovdkijakarta)

Putusan MK Status Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, Pramono Respon Begini

13 May 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com