Suaranusantara.com – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk membangun industri sinema dinilai tidak cukup hanya mengandalkan festival dan ajang kompetisi.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, menilai sanggar-sanggar kesenian justru dapat menjadi fondasi utama dalam mencetak talenta yang mampu menghidupkan ekosistem perfilman Ibu Kota.
Menurut Justin, pengembangan industri sinema membutuhkan proses panjang yang tidak bisa sekadar bertumpu pada program promosi, lomba, maupun insentif yang bersifat jangka pendek.
“Bilamana kita ingin membangun industri sinema, maka Pemprov DKI harus serius. Soalnya, ini bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Kita tidak bisa berharap industri sinema ini bisa bertumbuh kembang hanya dengan lomba-lomba, promosi-promosi, atau bahkan insentif saja,” kata Justin di Jakarta, Selasa (8/12/2025).
Dalam APBD 2026, Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,9 miliar untuk produksi film dokumenter, sayembara kritik film, festival maestro, serta program film lintas-negara. Namun, Justin menilai rangkaian agenda tersebut belum cukup memberikan dampak signifikan tanpa penyediaan talenta yang mumpuni.
“Festival-festival itu saja tidak akan cukup untuk membangun industri sinema. Jangan lupa, Pemprov DKI juga harus menyiapkan talenta-talentanya. Karena lebih daripada festival-festival yang mewah, kualitas sebuah film pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan para pemerannya” tegas Justin.
Ia mendorong Pemprov DKI menggandeng sanggar-sanggar kesenian serta seniman tradisional sebagai pelopor pengembangan talenta aktor dan aktris masa depan. Menurutnya, sanggar seni memiliki rekam jejak panjang dalam membentuk karakter, teknik, dan identitas seni Jakarta.
“Untuk itu, Pemprov DKI perlu menggandeng sanggar-sanggar kesenian dan seniman-seniman tradisional sebagai pelopor sekaligus penggerak industri sinema yang akan dibangun nantinya,” sambungnya.
Dengan pembinaan dan pelatihan yang tepat, ia optimistis talenta yang lahir dari sanggar-sanggar tersebut akan mampu menghasilkan karya film yang digemari masyarakat.
