Suaranusantara.com- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengingatkan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait kebijakan Work From Home (WFH) untuk tetap produktif dan mengutamakan kepentingan pelayanan publik.
Adapun WFH ASN berlaku setiap Jumat sejak 1 April 2026 yang diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Meutya mengatakan WFH bukanlah libur tambahan, maka dari itu tidak boleh mengurangi kualitas dan kecepatan pelayanan publik.
“WFH ini bukan hari libur tambahan. Tidak boleh mengurangi efektivitas, tidak boleh mengurangi produktivitas, dan juga tidak boleh mengganggu kecepatan pelayanan dari kementerian,” kata Meutya Selasa 7 April 2026.
Meutya menjelaskan, perubahan pola kerja harus dijawab dengan kinerja yang tetap terukur.
Menurutnya, kebijakan ini dirancang untuk menekan mobilitas dan meningkatkan efisiensi operasional, termasuk pembatasan perjalanan dinas dan penggunaan kendaraan operasional, serta pengalihan anggaran ke program prioritas nasional.
Meutya juga meminta Kementerian Komdigi menjadi contoh dalam menjalankan pola kerja fleksibel berbasis teknologi.
“Kita justru harus menjadi contoh utama bahwa bekerja di luar kantor secara daring tetap dapat memberikan hasil yang maksimal dan juga terukur,” ujar dia.
Meutya mengingatkan adanya tantangan global menuntut seluruh jajaran untuk tetap disiplin dan fokus dalam bekerja.
Meutya meminta seluruh pegawai Komdigi menjaga ritme kerja dan meningkatkan kolaborasi.
“Kita harus tetap fokus, tetap tenang, tetap produktif, dan saling bahu-membahu. Yang dihadapi dunia saat ini bukan hal yang mudah,” imbuh dia.
Tak hanya itu, Meutya juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang solid dan komunikasi internal yang selaras agar kebijakan dapat berjalan efektif di seluruh lini organisasi.
“Tidak boleh ada beda semangat di atas dengan semangat di bawah. Kalau ini terjadi, kita akan kesulitan,” jelas dia.
