Suaranusantara.com- Selasa siang, 21 April 2026 Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Dudung tiba di Istana sekitar pukul 14.32 WIB. Dudung dalam kesempatan ditemui awak media mengaku, dirinya pada Senin malam 20 April 2026 mendapat telepon dari ajudan untuk menghadap Kepala Negara.
“Oh semalam ditelepon oleh ajudan, ‘Bapak menghadap Bapak Presiden jam 3 sore ini’,” kata Dudung setiba di Istana, Selasa 21 April 2026.
Kala itu, Dudung enggan membeberkan topik pembahasan rapat secara spesifik. Dia mengatakan hanya akan dimintai masukan mengenai isu pertahanan nasional dan internasional.
“Oh saya belum tahu, saya kan penasihat presiden tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran, masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat. Nasional dan internasional,” ujarnya.
Dudung juga ditanya mengenai pandangan Prabowo soal pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) yang diteken Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth beberapa waktu lalu.
Dia mengaku akan menanyakan itu kepada Prabowo dalam rapat tersebut.
“Itu kan sudah lama juga dan ini kelihatannya akan terus dilanjutkan kerja sama kita dengan Amerika. Tetapi hal-hal yang prinsip, saya rasa beliau nanti lebih tahu lah. Saya juga nanti akan bertanya kepada beliau, ya,” katanya.
