Suaranusantara.com- Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan bahwa rapat paripurna DPR yang berlangsung hari ini Rabu 20 Mei 2026 terasa spesial lantaran turut dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Adapun Prabowo dalam rapat paripurna DPR turut menyampaikan pidatonya terkait kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
“Rapat Paripurna pada hari ini sangat spesial, karena dihadiri secara langsung ole Presiden Republik Indonesia,” kata Puan dalam rapat paripurna, Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Puan, KEM-PPKF 2027 menjadi rancangan awal penyusunan APBN 2027 yang memuat arah kebijakan ekonomi makro dan arah kebijakan anggaran pemerintah.
Hal ini juga dinilai strategis karena mengantisipasi berbagai risiko ekonomi global maupun dalam negeri.
Selain itu, kehadiran langsung Prabowo dalam penyampaian KEM-PPKF juga menjadi momentum penting dan strategis untuk menegaskan bahwa rancang bangun APBN 2027 diarahkan agar memberikan manfaat nyata sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Sebagai informasi, rapat paripurna DPR RI hari ini dihadiri oleh oleh 451 anggota dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI.
Dalam pidato tersebut, Presiden dijadwalkan menjelaskan arah kebijakan ekonomi pemerintah untuk tahun mendatang.
Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rapat paripurna tersebut menjadi perhatian khusus karena untuk pertama kalinya seorang Presiden RI menyampaikan langsung pidato mengenai KEM-PPKF di hadapan DPR.
Pada tahun-tahun sebelumnya, materi tersebut biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan sebagai wakil pemerintah.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut langkah itu sebagai sejarah baru dalam mekanisme pembahasan awal APBN di parlemen.
“Saya baru cek tadi, mungkin ini baru pertama kali ya. Itu boleh-boleh saja. Namanya ini pengantar untuk penyusunan APBN 2027,” kata Sufmi Dasco.
Alasan utama Prabowo hadir langsung adalah karena pemerintah ingin menegaskan pentingnya arah kebijakan ekonomi dan fiskal yang akan dijalankan pada 2027.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dokumen KEM-PPKF tahun ini memuat berbagai program unggulan Presiden sehingga dianggap lebih tepat jika dipresentasikan langsung oleh kepala negara.
“Itu ada pesan-pesan penting yang di KEM-PPKF, di mana di KEM-PPKF itu ada program-program unggulan Presiden. Jadi, harus dia yang ngomong, bukan saya,” jelas Purbaya.
Senada dengan Sufmi Dasco, Purbaya juga menyebut kehadiran Prabowo di rapat paripurna DPR RI untuk menyampaikan program KEM-PPKF adalah sebuah sejarah.
“Ini sejarah untuk pertama kali Presiden menyampaikan pidato dalam KEM-PPKF. Kan bebas, nggak ada hukumnya, kan? Saya pikir nggak ada undang-undangnya,” sebutnya.
