Suaranusantara.com- Kuntadi pada Rabu 22 Juli 2026 resmi ditunjuk sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menggantikan Febrie Adriansyah.
Penunjukan Kuntadi sebagai Jampidsus baru itu setelah Presiden RI Prabowo Subianto resmi meneken surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 87/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari Dan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kejaksaan Agung.
Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus berkenaan dengan usulan dari Jaksa Agung ST Burhanuddin.
“Berkenaan dengan Kepres sesuai dengan usulan dari Jaksa Agung berkenaan dengan beberapa pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Kuntadi menjadi Jampidsus baru menggantikan Febrie Adriansyah yang tengah terjerat kasus dugaan korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) berkaitan ASABRI, batu bara PLN dan Krakatau Steel.
Febrie sebelum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi dan TPPU terkait ASABRI, mengajukan pengunduran diri pada Sabtu 11 Juli 2026 lalu.
Lantas, bagaimana profil Kuntadi?
Kuntadi merupakan salah satu jaksa senior yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana khusus.
Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 4 Januari 1970 itu sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung.
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut diangkat ke posisi itu berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 179/TPA Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kejaksaan Agung yang ditetapkan pada 20 November 2025.
Melalui keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menunjuk Kuntadi menggantikan Amir Yanto yang memasuki masa purnatugas.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Kuntadi telah menempati berbagai posisi strategis di Korps Adhyaksa.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Pemantauan pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen. Pada 2018, Kuntadi dipercaya menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (kejari) Jakarta Pusat.
Setahun berselang, ia mendapat promosi sebagai Asisten Umum Jaksa Agung.
Kariernya kembali meningkat pada 2022, saat ditunjuk sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
Dalam jabatan itu, Kuntadi memimpin penyidikan sejumlah perkara korupsi besar yang menjadi perhatian publik.
Di antaranya adalah penyidikan dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) yang ditaksir menimbulkan kerugian negara sekitar Rp20 triliun.
Ia juga memimpin penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan BTS 4G Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menjerat 16 tersangka.
Setelah menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus, Kuntadi dipercaya memimpin Kejaksaan Tinggi Lampung pada 2024.
Tak lama kemudian, ia dimutasi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur sebelum akhirnya dilantik sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung pada November 2025.
