Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet jelang dua tahun pemerintahannya.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan saat dalam sesi tanya jawab dalam program Prabowo Menjawab pada beberapa waktu lalu.
Partai Demokrat angkat bicara soal Prabowo berpeluang reshuffle kabinet. Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan evaluasi tahunan penting untuk dilakukan jelang dua tahun masa pemerintahan Prabowo.
Reshuffle kabinet, kata Herman, merupakan hak prerogatif Prabowo sebagai Presiden.
“Reshuffle kabinet adalah hak prerogatif presiden dan saya meyakini presiden memiliki penilaian yang cermat terhadap kinerja para menterinya,” kata Herman Khaeron mengawali pendapatnya, Senin 21 September 2026.
Herman mengatakan evaluasi tahunan penting untuk mengukur sejauh mana keberhasilan program-program yang dijalankan para menteri.
“Evaluasi tahunan penting untuk mengukur seberapa jauh keberhasilan program-program yang dijalankan oleh para menteri, dan apa yang harus diperkuat ke depannya,” ungkap Herman Khaeron.
Ia mengatakan publik sekrarang ini sudah bisa melihat kinerja para pembantu Prabowo melalui media sosial.
Adanya respon publik justru bisa membantu Prabowo untuk melakukan evaluasi terhadap terhadap kinerja pembantu presiden.
“Sebenarnya, dengan keterbukaan informasi dan media sosial saat ini, akses untuk menilai keberhasilan para menteri bisa dilihat dari respon publik, dan pastinya di pemerintah juga ada lembaga yang menyajikan data empirik terkait parameter keberhasilan kinerja kementerian,” tambahnya.
Demokrat menyerahkan segala kemungkinan pergantian kabinet ke Prabowo. Ia menyebutkan reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
“Jadi kita serahkan saja sepenuhnya kewenangan untuk mengevaluasi dan melakukan reshuffle kepada presiden,” ungkap dia.
