Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan ingin seluruh sekolah negeri baik itu SD, SMP, SMA-SMK hingga universitas negeri gratis.
Prabowo menyampaikan itu saat HUT ke 28 PAN yang berlangsung di JCC Jakarta pada Jumat 18 September 2026.
Prabowo mengatakan anggaran untuk menggratiskan pendidikan hingga universitas negeri itu diambil dari pengembalian uang negara yang selama ini dicuri atau dikorupsi.
“Nah, akan ada yang bertanya dari mana uangnya? Uang yang dikorupsi, yang nyolong, yang dicuri,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqig menilai bahwa sebesar 20 persen anggaran pendidikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) cukup untuk merealisasikan rencana Prabowo menggratiskan biaya kuliah di universitas negeri.
“Dengan 20 persen anggaran pendidikan dari APBN sebagaiman amanat konstitusi kita, fraksi PKS sudah menghitung dari SD sampai perguruan tinggi, bahkan tidak hanya negeri, tapi swasta juga bia gratis,” ujar Fikri dikutip Senin 21 September 2026.
Fikri menyampaikan bahwa pemenuhan amanat konstitusi yang mewajibkan alokasi 20 persen dari APBN untuk sektor pendidikan tidak hanya mampu menggratiskan sekolah negeri tapi juga menjangkau instansi pendidikan swasta.
Fikri juga menjelaskan langkah nyata menuju oembebasan biaya pendidikan menyeluruh akan segera memiliki landasan eksekusi.
Nantinya pada 2027, postur APBN akan mulai melaksanakan amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 03/XXII/2024. Berdasarkan putusan ini, biaya pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP baik negeri dan swasta wajib gratis.













Discussion about this post