Suaranusantara.com- Nama Suyudi Ario Seto tengah menjadi buah bibir usai dirinya resmi dilantik sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo pada Kamis 1 Oktober 2026 di Istana, Jakarta.
Suyudi Ario Seto, sebelum resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, dirinya menjalani fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan di DPR pada Kamis pagi.
Lalu, DPR membawa hasil fit and proper test ke dalam rapat pleno untuk membahas persetujuan pergantian Kapolri.
Hasilnya, Anggota DPR RI sepakat menyetujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru pengganti Listyo Sigit.
Kemudian pada Kamis siang, Suyudi Ario Seto dilantik secara resmi sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit yang telah mengemban amanah selama lima tahun delapan bulan itu.
Suyudi pun membacakan sumpah jabatan yang dipandu oleh Prabowo di Istana.
“Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata dengan sebaik-baiknya,” kata Suyudi mengikuti ucapan Prabowo, Kamis 1 Oktober 2026.
Selaim dilantik menjadi Kapolri, Suyudi juga menerima kenaikan pangkat dari Komisaris Jenderal (Komjen) jadi Jenderal.
Publik pun penasaran dengan sosok Suyudi Ario Seto yang kini menjadi pimpinan Polri baru.
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi polisi berpangkat komisaris jenderal. Namun, sebelum mengenakan seragam polisi, masa remaja Suyudi ternyata dikenal sebagai seorang semifinalis Cover Boy tahun 80-an.
Kala mengikuti ajang cover boy, Suyudi berusia 16 tahun yang tercatat sebagai seorang pelajar di SMAN 70 Jakarta. Dia, kala itu memiliki nomor peserta 22.
Berdasarkan arsip dari akun Instagram @koleksigoeni yang memuat konten nostalgia majalah GADIS/MODE era 70-an hingga 90-an, nama Suyudi Ario Seto tercatat sebagai salah satu semifinalis Cover Boy tahun 1988.
Suyudi memiliki tinggi badan 171 cm dengan berat 52 kg. Tak cuma itu, penampilan Suyudi saat remaja pun cukup bikin gagal fokus.
Rambut hitam tebal yang ditata menyamping, alis tegas, hingga tatapan serius bikin potretnya terlihat khas cowok era 80-an banget.
Cukup berbeda dari penampilannya yang kini identik dengan seragam dan jabatan sebagai perwira tinggi Polri.
Menariknya lagi, Suyudi ternyata bukan satu-satunya dari daftar tersebut yang kemudian dikenal publik. Ia tercatat dalam daftar semifinalis yang sama dengan Mohammad Gunawan Hendromartono atau yang juga dikenal sebagai Gugun Gondrong.
Sebelum dilantik jadi Kapolri, Suyudi dikenal sebagai perwira yang mengepalai Badan Narkotika Nasional (BNN)
Lahir pada 1973, Suyudi menjadi polisi setelah lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI, yang sebelum kini jadi Akpol) tahun 1994.
Selama berdinas sebagai polisi, Suyudi memiliki latar belakang di bidang reserse. Pengalamannya di bidang reserse itu tampak dari rekam jejaknya sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota dan Polres Metro Jakarta Barat. Ia juga sempat menjabat Kanit Resmob Bareskrim Polri.
Dari reserse, Suyudi kemudian mendapat sejumlah posisi kepemimpinan di lembaga kepolisian. Rekam jejak kepemimpinan Suyudi didominasi berada di tingkat daerah, seperti di Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.
Di tingkat kabupaten/kota, Suyudi pernah menjabat sebagai kepala sejumlah Polres di Jabodetabek. Beberapa di antaranya adalah Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, dan Kapolres Jakarta Pusat.
Sementara di tingkat provinsi, Suyudi pernah ditunjuk sebagai Wakapolda Metro Jaya pada 2023 lalu dan Kapolda Banten pada 2024.
Karier kepolisian Suyudi kemudian menanjak lagi pada Agustus 2025. Jelang pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden, Suyudi ditunjuk sebagai Kepala BNN. Hal itu beriringan dengan pengangkatannya menjadi jenderal polisi bintang tiga.
Setahun setelah menjabat sebagai Kepala BNN, Suyudi kemudian dijadikan calon Kapolri yang baru pada Oktober 2026. Ia menjadi calon tunggal pilihan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
