Suaranusantara.com- Suyudi Ario Seto kini telah resmi menjabat Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo usai dilantik secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis 1 Oktober 2026 di Istana, Jakarta.
Suyudi Ario Seto, sebelum dilantik sebagai Kapolri baru merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Suyudi diketahui menjabat selama kurang lebih setahun.
Sementara itu, Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri selama lima tahun delapan bulan sejak era kepemimpinan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Berdasarkan laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Suyudi tercatat memiliki kekayaan senilai Rp 5.847.000.000 atau Rp 5,8 miliar.
Berdasarkan laman resmi e-LHKPN KPK, harta kekayaan tersebut dilaporkan pada 28 Maret 2026 dalam kedudukan Suyudi sebagai kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Komponen kekayaan terbesar Suyudi berasal dari aset tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp 4.600.000.000.
Aset ini terdiri dari dua properti di Kota Jakarta Selatan, yakni tanah dan bangunan seluas 176 m²/225 m² senilai Rp2.400.000.000 serta properti seluas 162 m²/210 m² dengan nilai Rp 2.200.000.000.
Sementara itu, untuk alat transportasi dan mesin, jenderal bintang tiga ini mencatatkan dua unit kendaraan senilai total Rp 457.000.000.
Kendaraan tersebut mencakup sepeda motor Yamaha NMAX AT tahun 2025 hasil sendiri bernilai Rp 27.000.000 dan mobil Mini Cooper Minibus tahun 2022 dari perolehan hibah tanpa akta senilai Rp 430.000.000.
Selain properti dan isi garasi, Suyudi juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya bernilai Rp 40.000.000 serta kecukupan likuiditas dalam bentuk kas dan setara kas sebesar Rp 750.000.000.
Dalam laporan resmi e-LHKPN tersebut, Suyudi tercatat bersih dari tanggungan utang serta tidak memiliki aset surat berharga maupun harta lainnya, sehingga nilai total kekayaannya genap berada di angka Rp 5.847.000.000.
Sementara, pada periode yang sama 2025, harta kekayaan Listyo Sigit tercatat dalam LHKPN yakni Rp15,34 miliar.
Harta Listyo dalam laporan tersebut berasal dari beberapa jenis aset. Kas dan setara kas menjadi bagian terbesar dengan nilai Rp7,33 miliar lalu tanah dan bangunan Rp6,15 miliar serta harta bergerak lainnya Rp1,19 miliar.
Pria kelahiran Ambon ini juga tercatat memiliki dua Toyota Fortuner dengan nilai gabungan Rp670 juta dan tidak memiliki utang.
Jika ditarik ke laporan tahun-tahun sebelumnya, jumlah harta Listyo menunjukkan kenaikan signifikan.
Total kekayaannya tercatat Rp8,31 miliar pada laporan yang disampaikan 2020 lalu menjadi Rp13,13 miliar pada 2023 dan mencapai Rp15,34 miliar pada 2025.
Itu artinya jika diamati, harta kekayaan Suyudi dan Listyo terpaut Rp 9,5 miliar.












Discussion about this post