Suaranusantara.com – Melaksanakan ibadah puasa dibulan Ramadhan cukup membuat badan lemas dan menurunkan konsentrasi dalam aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi, seperti saat berkendara dalam kondisi jalan yang padat hingga macet.
Meski begitu, aktivitas berkendara saat mudik tetap harus dilakukan agar rencana merayakan Idul Fitri dikampung halaman dapat tercapai.
Untuk pemudik yang berkendara perjalanan jauh menggunakan mobil atau motor pribadi dan tetap ingin berpuasa, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memberikan 10 tips selamat berkendara saat berpuasa, yaitu:
- Istirahat yang cukup sebelum mulai berkendara,
- Hindari makanan saat sahur yang dapat menyebabkan kantuk,
- Patuhi batas kecepatan kendaraan yang melaju,
- Jaga jarak aman dengan kendaraan lain,
- Jika mulai kehilangan konsentrasi, segeralah istirahat,
- Perhatikan tekanan angin pada ban kendaraan sebelum berkendara,
- Sabar dan patuhi rambu lalu lintas,
- Pahami rute perjalanan sebelum berkendara,
- Cermat gunakan aplikasi navigasi untuk menghindari jalur alternatif berbahaya,
- Tidak membawa penumpang dan barang bawaan berlebihan.
Kemudian tips selamat berkendara motor saat malam hari, yaitu:
- Pastikan tubuh Anda dalam kondisi fit dengan cukup istirahat dan tidur,
- Hindari membawa penumpang dan barang berlebihan,
- Hindari penggunaan kecepatan berlebihan (maksimum 50 km/jam), sehingga sulit dikendalikan.
- Gunakan safety gear dengan warna terang dan reflector,
- Pastikan sistem penerangan dan pengereman berfungsi dengan baik,
- Jaga jarak aman dengan pengendara motor lainnya,
- Hindari memilih jalur yang sepi dan minim marka jalan,
- Berhentilah jika merasa lelah di tempat yang aman setiap 2 jam perjalanan.
Pemerintah telah menyiapkan fasilitas yang diperlukan oleh pemudik, sedangkan sebagai pemudik juga harus benar-benar menyiapkan diri untuk mudik dengan persiapan yang matang.
Jangan sampai fasilitas yang sudah disiapkan tidak dimanfaatkan dengan baik. Semoga mudik kali ini mengasyikkan dan memberikan kesan kebaikan.(ADT)
