Suaranusantara.com – Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya untuk menghindari persaingan politik yang dapat menghambat program pemerintah dalam Pemilu 2024. Dalam Sidang Paripurna Laporan Semester 1 Pelaksanaan APBN Tahun 2023 di Istana Negara, Jakarta,
Presiden Jokowi menyampaikan bahwa fokus utama haruslah pada potensi krisis, kepentingan masyarakat, dan kepentingan nasional. Ia menekankan bahwa persaingan politik tidak boleh menghalangi program-program pemerintah yang sedang berjalan.
Presiden Jokowi juga mengungkapkan rasa syukur atas pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap tinggi di atas lima persen dan mencatat pertumbuhan selama enam kuartal berturut-turut di atas angka tersebut.
Ia juga menyoroti pencapaian Indonesia yang kembali masuk dalam grup negara berpenghasilan menengah atas menurut Bank Dunia, setelah sebelumnya turun ke grup negara berpenghasilan menengah bawah pada tahun 2020 akibat pandemi.
“Meski demikian situasi yang kita hadapi pada paruh kedua 2023 ini tidak mudah dan kita harus mewaspadai beberapa hal,” ujar Jokowi.
Namun, Presiden Jokowi juga memperingatkan bahwa situasi pada paruh kedua tahun 2023 tidak mudah dan ada beberapa hal yang perlu diwaspadai.
Di antaranya adalah ketidakstabilan lingkungan global, ketegangan geopolitik yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan aktivitas perdagangan yang melemah, serta prediksi perlambatan ekonomi global dan kenaikan tingkat suku bunga oleh lembaga-lembaga internasional.
Ia juga menyebut adanya inflasi global yang masih relatif tinggi dan fragmentasi perdagangan global yang menghambat kerja sama multilateral.
“Inflasi global juga masih relatif tinggi, kemudian kalau kita lihat juga fragmentasi perdagangan global yang menghambat kerja sama multilateral, hingga berbagai indikator dini untuk konsumsi dan produksi menunjukkan situasi, ada yang positif namun juga ada yang melemah, ini juga kita harus melihat secara hati-hati,” jelas Presiden.
Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya agar persaingan politik yang mungkin terjadi menjelang Pemilu 2024 tidak mengganggu jalannya program pemerintah.
Hal ini penting untuk menjaga kelancaran dan kesinambungan program-program yang telah dirancang demi kepentingan masyarakat dan nasional.KML)
