Suara Nusantara
Advertisement
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks
No Result
View All Result
  • Login
Suara Nusantara
Home Nasional

Dari Suara ke Makna: Perempuan dan Warisan Kartini di Era Digital

snc4 by snc4
21 April 2026
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
7
SHARES
55
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suaranusantara.com- Di era ketika semua orang bisa berbicara, justru tidak semua suara benar-benar didengar.
Perempuan hari ini memiliki ruang yang lebih luas dari sebelumnya namun ironi tetap ada suara mereka sering hadir, tetapi belum sepenuhnya diakui sebagai penentu makna.

Di titik inilah, Kartini menjadi kembali relevan bukan sekadar simbol emansipasi, tetapi sebagai pengingat bahwa perjuangan perempuan sejatinya adalah tentang kuasa atas makna, bukan sekadar kebebasan berbicara.

Setiap tanggal 21 April, kita kembali mengingat Kartini. Namun, terlalu sering peringatan ini berhenti pada simbol kebaya, seremoni, dan narasi klasik tentang emansipasi.

BACAJUGA

Etika Bergeser, Akademisi Dr. Serius Zebua Soroti Perubahan Cara Berinteraksi

Lestari Moerdijat: Keadilan Bagi Perempuan Harus Didukung setiap Anak Bangsa

Padahal, jika dibaca lebih dalam, perjuangan Kartini sesungguhnya bukan sekadar tentang kesetaraan, melainkan tentang sesuatu yang lebih mendasar hak perempuan untuk bersuara dan menentukan makna dalam kehidupan sosial.

Kartini bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga pelaku komunikasi yang progresif. Melalui surat-suratnya, ia tidak sekadar bercerita, tetapi membangun gagasan, mengkritik struktur sosial, dan memperjuangkan posisi perempuan sebagai subjek yang berpikir.

Dalam bahasa sederhana, Kartini tidak ingin perempuan hanya “didengar”, tetapi juga dianggap penting dalam menentukan arah pemikiran masyarakat.

Hari ini, ruang komunikasi perempuan tampak jauh lebih terbuka. Media sosial memberi kesempatan bagi siapa saja untuk berbicara, termasuk perempuan. Namun, di balik keterbukaan itu, muncul pertanyaan penting apakah perempuan benar-benar sudah memiliki kuasa atas makna yang mereka sampaikan, atau justru masih terjebak dalam ruang yang belum sepenuhnya setara ?

Di sinilah Kartini kembali relevan. Ia mengajarkan bahwa berbicara bukan hanya soal keberanian, tetapi juga soal kesadaran dan tujuan. Ia tidak sekadar bersuara, tetapi membangun makna.

Ada tiga nilai penting dari Kartini yang masih sangat relevan hingga hari ini.
Pertama, keberanian untuk berpikir dan bersuara secara mandiri. Perempuan tidak cukup hanya ikut dalam arus, tetapi perlu berani membawa perspektifnya sendiri. Suara perempuan bukan pelengkap, melainkan bagian penting dari arah diskusi publik.

Kedua, kemampuan membaca dan memaknai informasi secara kritis. Di tengah banjir informasi, perempuan perlu menjadi lebih dari sekadar pengguna media. Mereka harus mampu memilah, memahami, dan bahkan membentuk narasi yang lebih sehat dan berimbang.

Ketiga, menjaga etika dalam komunikasi. Dunia digital sering dipenuhi kebisingan dan konflik. Di tengah situasi ini, perempuan memiliki peran penting untuk menghadirkan komunikasi yang lebih empatik, bijak, dan membangun. Bukan berarti lemah, tetapi justru menunjukkan kekuatan dalam cara berkomunikasi.

Hari Kartini seharusnya menjadi momen refleksi, bukan sekadar perayaan. Apakah perempuan hari ini benar-benar sudah bebas dalam menyampaikan makna ? Ataukah masih ada batas-batas yang tidak terlihat namun tetap membatasi ?

Lebih jauh, perempuan memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya komunikasi baik di keluarga, pendidikan, maupun masyarakat luas. Dari cara seorang ibu berkomunikasi dengan anaknya, hingga bagaimana perempuan berkontribusi dalam ruang publik, semuanya membentuk wajah komunikasi masa depan.

Pada akhirnya, memaknai Kartini di era digital bukan hanya soal memperingati perjuangan masa lalu, tetapi tentang bagaimana perempuan hari ini mampu mengisi ruang komunikasi dengan nilai, pemikiran, dan arah yang lebih bermakna.

Kartini telah membuka pintu. Kini, tantangannya adalah memastikan bahwa suara perempuan tidak hanya terdengar, tetapi juga diakui, dihargai, dan mampu mengubah cara kita memandang dunia.

Penulis: Dr. Serius Zebua (Akademisi)

Tags: Hari KartiniPerempuanSerius Zebua
ADVERTISEMENT

BERITA Lainnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bicara soal mengurangi subsidi transportasi bagi warga mampu (Instagram @pramonoanungw)
Nasional

Pramono Anung Tegaskan Bukan Hapus Subsidi Transportasi, tapi Mengurangi Bagi Warga Mampu: Tambah 6 Golongan

by Feri Spt
5 October 2026

Suaranusantara.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pihaknya tidak...

Pemprov Uji Coba Program ‘Namu Balai Kota’, Pramono Anung Tak Menyangka Antusiasme Warga di Luar Dugaan: Antrean Panjang
Nasional

Pemprov Uji Coba Program ‘Namu Balai Kota’, Pramono Anung Tak Menyangka Antusiasme Warga di Luar Dugaan: Antrean Panjang

by Feri Spt
5 October 2026

Suaranusantara.com- Minggu 4 Oktober 2026 menjadi hal yang berkesan...

Prabowo Puji TNI Tangani Bencana: Saya Lihat Sendiri, Datang Tanpa Diperintah

Prabowo Puji TNI Tangani Bencana: Saya Lihat Sendiri, Datang Tanpa Diperintah

5 October 2026
Presiden Prabowo Subianto resmikan 204 satuan baru dan enam Kodam, Senin 5 Oktober 2026 (Instagram @generasico)

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru, Termasuk 6 Kodam Ini Daftarnya

5 October 2026
Presiden Prabowo Subianto saat tiba di Mabes Cilangkat untuk HUT ke 81 TNI yang digelar hari ini Senin 5 Oktober 2026 (Instagram @katakitaig)

HUT ke 81 TNI, Prabowo Jadi Inspektur Upacara di Mabes Cilangkap

5 October 2026
HUT ke 81 TNI yang berlangsung di Mabes Cilangkap, Jakarta Timur pada Senin 5 Oktober 2026 (Instagram @sahabat.bm92)

Hari Ini Perayaan HUT ke 81 TNI di Mabes Cilangkap, Warga Diimbau Waspadai Potensi Kepadatan Arus Lalu Lintas: Cari Jalur Alternatif

5 October 2026

Discussion about this post

POPULER MINGGU INI

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira (Instagram @andreaspareira)

Prabowo Akan Tertibkan Pengamat Tak Suka Pemerintahannya, PDI Perjuangan: Ini Risiko Rakyat yang Telah Memilih

7 months ago
Salah satu twibbon Lebaran 2026 (twibbonize.com)

Idulfitri 1447 H Segera Tiba, Berikut Link Twibbon Lebaran 2026 Download Gratis Langsung Pejeng Status di Medsos

7 months ago
Ilustrasi harga emas mulai dari Antam mengalami kenaikan (instagram @sukabumikuid)

Harga Emas Antam Kembali Melemah Buyback Ikut Turun

7 months ago
Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Komisi III DPR RI Soroti Serangan Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

7 months ago
Rupiah Melemah, Dolar AS Kuat (Dok ilustrasi)

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Menjelang RDG BI

7 months ago

TOPIK: PEMILU 2024

PDIP Menang Pemilu Tiga Kali Beruntun, Tapi Citra Publik Menurun?

Rekomendasi Rakernas V PDI Perjuangan: Penyalahgunaan Kekuasaan Jadi Biang Kerok Pemilu 2024 Terburuk Sepanjang Sejarah Indonesia

Ketua KPU RI di Laporkan ke DKPP; Lakukan Pelanggaran Kode Etik dengan Cara Merayu sampai Buat Asusila

Djarot Sebut PDIP Akan Layangkan Gugatan Pemilu 2024 ke PTUN

450 ASN di Laporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Pelanggaran Netralitas Pemilu 2024

PILIHAN EDITOR

Andreas Hugo Pareira Minta Revisi UU HAM Tetap Jaga Kemandirian Komnas HAM

Pertahankan Hasil Disertasinya, Marinus Gea Tegaskan ESG Bukan Beban, tapi Sumber Nilai Perusahaan

Bocoran Terbaru Samsung Galaxy S26 Ultra: Pengisian Daya Lebih Cepat, Lebih Cerdas?

Soal Kasus Pandji, Marinus Gea: Demokrasi Tak Boleh Kalah oleh Rasa Tersinggung

Marinus Gea Tanggapi Temuan KPAI: Dugaan Pelecehan oleh Polisi Harus Diusut Tuntas

BERITA TERKINI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dukung Indonesia lawan Thailand di FIFA Asean Cup 2026 (Instagram @pramonoanungw)
Olahraga

Final FIFA Asean Cup 2026, Pramono Yakin Indonesia Menang Telak Lawan Thailand: 2-1

by Feri Spt
5 October 2026

Suaranusantara.com- Nanti malam Senin 5 Oktober 2026 akan digelar final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand...

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto ucapkan selamat HUT ke 80 RI (Instagram @sahabatpolriindonesia)

Hari Ini HUT ke 81 TNI, Kapolri Suyudi Ucapkan Selamat: Beda Seragam tapi Satu Hati

5 October 2026
Kepala dan Wakil Bakom RI dipanggil Presiden Prabowo pada Minggu sore 4 Oktober 2026 (Instagram @sekretariat.kabinet)

Panggil Kepala dan Wakil Bakom, Prabowo Ingin Kuatkan Badan Komunikasi Pemerintah

5 October 2026
Momen Presiden Prabowo menggelar pertemuan dengan Kepala dan Wakil Bakom di Hambalang, Sentul, Bogor, Jawa Barat (Instagram @sekretariat.kabinet)

Dipanggil Prabowo ke Hambalang, Kepala dan Wakil Bakom Dikasih Arahan Begini

5 October 2026
Presiden Prabowo lantik Wantimpres Jumat 2 Oktober 2026 (YouTube @sekretariat.presiden)

Ini Daftar 26 Anggota Wantimpres yang Resmi Dilantik Prabowo, Pratikno Jadi Ketua

2 October 2026
Load More

Subscribe to our newsletter

Footer-Suara-Nusantara-Logo

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

  • Disclaimer
  • Karier
  • Kode Etik
  • Info Iklan
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
  • UU Pers

PLATFORM LAINNYA

  • marinus gea
  • storia studio
  • marinus-gea-logo
  • morege

IKUTI KAMI

© 2022 Suara Nusantara. All rights reserved.

 

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Politik
  • Olahraga
  • Daerah
  • Nasional
  • Entertainment
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Lifestyle
    • Internasional
    • Pendidikan
    • Wisata
    • Indeks

SuaraNusantara.com menerapkan jurnalisme sesuai kaidah jurnalistik dan asas kemanusiaan agar berita disajikan tidak saja objektif dan bermakna, melainkan juga mampu membangkitkan optimisme dan perilaku positif para pembaca.

©2025 SuaraNusantara.com