Ribuan Massa Hadiri Hajatan Rakyat Bersama Ganjar di Tuban

Ganjar Pranowo

Ganjar Pranowo

Suaranusantara.com- Ribuan massa dengan penuh antusias berdiri di tengah hujan untuk menyambut kedatangan Ganjar Pranowo dalam acara Hajatan Rakyat di Lapangan Watu Gajah, Semanding, Tuban, pada Jumat (2/2/2024).

Meskipun Ganjar, yang merupakan calon presiden nomor urut 3, tiba di lokasi sekitar pukul 14.40 WIB bersamaan dengan gerimis, semangat ribuan warga tetap tinggi. Mereka terus bersorak “Ganjar Presiden” sambil berupaya bersalaman. Ganjar sendiri terus tersenyum dan menerima ajakan bersalaman dari pendukungnya.

Di tengah pidatonya, hujan turun dengan deras. Namun, calon presiden yang berpasangan dengan Mahfud MD memilih untuk tetap berdiri di tengah guyuran hujan, memberikan semangat kepada para pendukungnya.

Dengan penuh semangat, Ganjar bertanya kepada massa, “Siapa di sini yang tidak takut hujan, angkat tangan?” dan mendapat tanggapan positif berupa angkatan tangan dari massa yang hadir.

Pada kesempatan itu, Ganjar menyuarakan bahwa banyak masyarakat yang saat ini merasa kesulitan karena harga pangan yang tinggi. Keluhan ini diakui oleh para pendukung yang hadir pada acara tersebut. Ganjar menyerukan bahwa saatnya bagi rakyat untuk mendapatkan pangan dengan harga yang terjangkau.

“Kita banyak bertemu dengan masyarakat, di pasar-pasar ceritanya masih sama. Harga beras mahal,” kata Ganjar.

Untuk itu, pemerintah ke depan harus mampu memperbaiki kondisi itu dengan menstabilkan harga pangan, dan murah bagi masyarakat. “Maka, harus diperbaiki dengan kebijakan-kebijakan,” paparnya.

Menurutnya, tingginya harga pangan memang menjadi problem utama yang muncul dari masyarakat saat ini.

“Ya karena hari ini problem yang muncul di masyarakat ketika kami ketemu masyarakat tidur di rumah masyarakat terus kemudian ke pasar-pasar harga beras konsisten tinggi. maka rasanya ini perlu ada intervensi,” terangnya.

Selain harga murah, lanjutnya, masyarakat juga berharap stabilisasi ekonomi di tengah suasana global yang sedang tidak baik. “Ini betul-betul butuh intervensi dari pemerintah,” tuturnya.

Ganjar membeberkan, menjaga kestabilan harga pangan dapat dilakukan dengan menjalin kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Disinilah pentingnya sistem informasi pangan dan harga, agar terjadi transaksi antar daerah sehingga terjadi perdagangan antar daerah,” tandasnya.

Exit mobile version