Suaranusantara.com- Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur antara KA Argo Bromo vs KRL pada Senin malam 27 April 2026 hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Akibat insiden kecelakaan maut ini, sebanyak 16 jiwa melayang dan puluhan orang sekitar 90 an mengalami luka-luka.
Bahkan hingga kini Senin 4 Mei 2026 tercatat masih ada sepuluh korban luka-luka yang masih dirawat di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi.
Satu dari sepuluh orang bahka kabarnya dalam kondisi serius dan dirawat intensif di ruang ICU.
“Saat ini yang masih dirawat 10 orang. Kondisinya satu orang masih agak berat posisinya sekarang di ICU post operasi patah tulang iga, jenis kelaminnya perempuan,” ucap Wakil Direktur Utama Pelayanan Medik RSUD Kota Bekasi, Sudirman, saat dikonfirmasi, Senin 4 Mei 2026.
Kemudian, sembilan pasien lainnya dirawat di ruang perawatan biasa. Sudirman menyebut kondisinya juga mulai membaik.
“Mungkin ada yang bisa (pulang) hari ini, menunggu visit dokter yang merawat DPJP,” sambung dia.
Adapun sembilan korban tersebut merupakan pasien dengan berbagai kondisi, mulai dari pascaoperasi patah tulang hingga observasi akibat trauma kepala.
Sementara pasien yang saat ini berada di ICU telah menjalani operasi sebelumnya.
“Ya sedang berat artinya ada beberapa yang post operasi, ada yang masih observasi seperti yang trauma kepala, yang patah-patah tulang yang post operasi masih kita rawat karena bertahap mobilisasi dan lain-lain,” ungkapnya.
Adapun korban kecelakaan kereta api tersebut, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, semuanya perempuan.
Insiden kecelakaan maut ini bermula dari taksi Green SM yang berhenti di tengah perlintasan rel kereta api. Kala itu, muncul KRL jurusan Jakarta-Cikarang yang tengah melaju. KRL pun menemper taksi dan kereta api listrik itu terhenti.
Sayang, dari arah belakang KRL muncul KA Argo Bromo jurusan Jakarta-Surabaya yang melaju hingga akhirnya merangsek masuk ke gerbong yang merupakan gerbong khusus perempuan itu.


















Discussion about this post