Suaranusantara.com- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto usai ditetapkan sebagai tersangka mengaku memiliki sejumlah bukti-bukti dugaan skandal korupsi yang dilakukan petinggi negara di era kepemimpinan Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Bukti-bukti dugaan skandal korupsi itu berupa video maupun dokumen yang disimpan oleh Hasto Kristiyanto dan enggan dilaporkan ke KPK.
Demi keamanam dokumen, Hasto Kristiyanto meminta seorang sahabatnya yang merupakan pengamat militer Connie Bakrie untuk menyimpan dokumen-dokumen penting itu.
Bahkan Connie menyimpannya di luar Indonesia yakni di Rusia dan sudah dinotariskan.
PDI Perjuangan melalui juru bicara (jubir) Guntur Romli pun mengungkap alasan di balik Hasto Kristiyanto menyimpan dokumen dugaan skandal korupsi.
Romli mengatakan alasannya masalah kepercayaan, sebab jika dilaporkan ke KPK maka khawatir akan dilenyapkan.
“Kembali ke soal kepercayaan apakah masih bisa dipercaya apabila dokumen diserahkan akan ditindaklanjuti atau bisa jadi dihilangkan?” ungkap Guntur Romli pada Senin 30 Desember 2024.
Kata Guntur Romli, PDI Perjuangan berkaca dari kasus-kasus sebelumnya seperti yang pernah dialami ekonom mendiang Faisal Basri.
Saat itu Faisal Basri mengungkap dugaan korupsi ekspor bijih nikel yang membuat negara rugi ratusan triliun.
Saat itu kata Guntur, Faisal Basri sudah diminta internal KPK menyelidiki kasus ini.
Kasus ini pun sempat ramai namun tiba-tiba hilang.
“Kasus-kasus besar lama saja sudah mandek di KPK, jadi kembali lagi ke kepercayaan ke lembaga hukum,” lanjut Guntur.
Menurut Guntur, PDI Perjuangan ingin kasus ini menjadi sorotan dulu di masyarakat hingga viral sehingga bisa diawasi secara bersama-sama.
Connie Bakrie sebelumnya mengatakan Hasto menitipkan dokumen penting lantaran takut dihilangkan.
“Jadi yang takut dokumennya bisa dihilangkan, sudah saya amankan di Rusia,” kata Connie dikutip dari unggahan media sosial Instagramnya, Jumat, 27 Desember 2024.
Connie mengatakan Hasto menitipkan dokumen ke dirinya lantaran belajar dari Kusnadi ajudan yang ponselnya disita KPK.
Belajar dari Kusnadi itu, maka Hasto menitipkan dokumen penting itu ke Connie untuk diamankan.
“Belajar pengalaman dari Pak Kusnadi, yang tiba-tiba direbut apa HP atau buku catatan PDIP atau apa pun, saya cuma kasih tahu saja, sebagai sahabatnya pada saat saya pulang ke Jakarta banyak dokumen penting sudah saya amankan,” tuturnya.
