Jokowi Minta Praja IPDN Tidak Diskriminatif dan Anti Kritik

Foto: Istimewa

Sumedang-SuaraNusantara

Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi melantik 2.014 praja muda IPDN (Institut Pemerintahan Dalam Negeri) di Lapangan Abdi Praja, Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Selain melantik, presiden juga memberi pembekalan kepada para lulusan.

Presiden berpesan kepada para praja muda agar mempergunakan ilmu dan kritik yang ada sebagai bahan perbaikan dalam reformasi birokrasi. Menurut Presiden, sudah menjadi tugas para praja dalam melayani masyarakat sebaik mungkin.

“Selamat bertugas kepada para praja muda. Jangan lakukan diskriminasi pelayanan berdasrkan warna kulit, daerah asal maupun agama,” tegas Presiden Jokowi.

Jokowi mengingatkan agar para praja ini bisa melayani masyarakat secara baik. Karena ekspetasi masyarakat saat ini sangat tinggi kepada pemerintah dalam kualitas pelayanan publik. Para praja juga diminta untuk tidak anti kritik. Karena masyarakat sekarang sudah tidak ragu lagi untuk mendebat dan mengkritik bahkan memprotes jika yang didapatkannya tidak memuaskan.

“Jadikan kritik masyarakat sebagai bahan untuk perbaikan dan bahan untuk melakukan reformasi birokrasi,” tegasnya.

Usai melantik 2014 Praja Muda IPDN, ribuan orang tua langsung merengsek ke tengah lapangan tempat dilangsungkannya pelantikan untuk bersalaman dengan Presiden Jokowi yang didampingi oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo.

Paspampres pun langsung membuat pagar betis. Tapi para orang tua ini terus merengsek maju agar bisa bersalaman dengan orang nomor 1 di Indonesia ini. “Pak Jokowi foto dulu pak, pak Jokowi dua periode ya,” teriak ibu-ibu dibarengi dengan selfie di tengah kerumunan.

Tidak hanya presiden, Mendagri Tjahjo Kumolo pun menjadi sasaran para orang tua praja untuk diajak foto bersama. Dengan sabar Tjahjo pun melayaninya satu persatu.

Sementara itu, Rektor IPDN, Ermaya Suradinata, mengatakan ada 1.348 alumni IPDN putra dan 666 alumni IPDN putri yang dilantik pada Selasa (8/8/2017) sore.

“Pamong praja muda ini, sesuai arahan Presiden dan Mendagri, setelah wisuda pada Senin (7/8) dan pelantikan hari ini menjadi staf Kemendagri. Mereka ditempatkan di desa, di perbatasan desa, pulau terluar. Agar dekat dengan masyarakat dan hidup melayani masyarakat di desa dan kelurahan,” ujar Ermaya.

Penulis: Yono D

Exit mobile version