Suaranusantara.com- Jelang Lebaran 2026, warga masih kerap dibingungkan dengan penulisan Idulfitri yang benar, dipisah atau disambung.
Penulisan kata Idulfitri berseliweran muncul dengan dipisah yakni Idul Fitri. Namun, ada juga yang menulis disambung, Idulfitri.
Lantas, mana yang benar penulisannya Idulfitri atau Idul Fitri? Mari simak penjelasannya berikut ini:
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang tepat dan benar kata Idulfitri adalah disambung, bukan dipisah, Idul Fitri.
Hal ini dikarenakan kata Idulfitri yang disambung, yakni menggabungkan kata ‘Idul’ dan ‘Fitri’ menjadi satu kata.
Arti kata Idulfitri adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Menurut KBBI, istilah Idul Fitri, yang dipisah, adalah bentuk tidak baku.
Berdasarkan KBBI VI Daring dilansir situs resmi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).
Secara etimologi, asal usul kata Idulfitri berasal dari bahasa Arab. Dari kata (عِيْدٌ) ‘īd yang artinya ‘perayaan’ dari kata (عَادَ) ‘āda yang artinya ‘kembali; mengunjungi’ dan dari kata (اَلْفِطْرُ) al-fiṭr yang artinya ‘buka puasa’ dari kata (فَطَرَ) faṭara yang artinya ‘menciptakan; meragi; membatalkan puasa’.
Dari penjelasan di atas, maka dapat dipahami bahwa tata cara penulisan yang benar menurut KBBI adalah Idulfitri, yang digabung, bukan Idul Fitri, yang dipisah.
Meski begitu, penggunaan istilah Idul Fitri masih kerap digunakan meski dianggap sebagai bentuk tidak baku.
Berdasarkan KBBI, Idulfitri di Indonesia biasa disebut Lebaran.
Lebaran memiliki arti yang sama dengan Idulfitri, yaitu hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Ada juga istilah Lebaran Besar; Lebaran Haji; Lebaran Ketupat (Iduladha).
Adapun untuk Iduladha, menurut KBBI, diartikan sebagai hari raya haji yang jatuh pada tanggal 10-13 Zulhijah yang disertai dengan penyembelihan hewan kurban (seperti sapi, kambing, atau unta) bagi yang mampu. Iduladha juga merupakan hari raya keagamaan umat Islam.
Secara etimologi, asal usul kata Idulfitri berasal dari bahasa Arab. Dari kata (عِيْدٌ) ‘īd yang artinya ‘perayaan’ dari kata (عَادَ) ‘āda yang artinya ‘kembali; mengunjungi’ dan dari kata (اَلْأَضْحَى) al-aḍḥā yang artinya ‘kambing sembelihan’ dari kata (اَضْحَاةٌ) aḍḥāh yang artinya ‘kambing sembelihan’ dari kata (ضَحَّى) ḍaḥḥā yang artinya ‘menggembala kambing pada waktu duha; menjamu pada waktu duha; menyembelih kambing saat Iduladha’ dari kata (ضَحَى) ḍaḥā yang artinya ‘memasuki waktu tengah hari’.


















Discussion about this post