Medan-SuaraNusantara
Panti Asuhan (PA) Adek Irma Suryani Nasution yang berada di Jalan Cik Di Tiro Medan, Jumat sore (3/3), berbeda dengan hari-hari biasanya. Beberapa hari sebelumnya Sekretaris yayasan Iriana OKR sudah menerima kabar terkait kehadiran rombongan pengurus Dhipa Adista Justicia dan anak-anak Rainbow School akan berkunjung ke panti asuhan tersebut.
Iriana OKR berserta 17 dari 62 anak asuh menyambut kehadiran rombongan yang dipimpin Ketua Dhipa Adista Justicia Budiman bersama Direktur Rainbow School Miss Carla dan Ir Poltak Simanjuntak.
Kepada wartawan SuaraNusantara, Iriana OKR menjelaskan bahwa sejak tahun 1958—sebelum panti asuhan itu berubah nama menjadi Panti Asuhan Ade Irma Suryani Nasution—memang sudah dikhususkan untuk menampung dan mengasuh anak-anak yang ditelantarkan orangtuanya.
“Panti asuhan ini menjadi satu-satunya panti asuhan di Sumatera Utara yang diberi kepercayaan oleh pemerintah untuk merawat dan mengasuh anak-anak yang ditelantarkan orangtuanya,” kata Iriana OKR.
Menurutnya, anak-anak yang ada dip anti asuhan tersebut, merupakan titipan dari Dinas Sosial, kepolisian maupun yang ditinggalkan orangtuanya di depan panti.
“Anak-anak yang kami asuh ini, hamper keseluruhan dari mereka, tidak diketahui siapa orangtuanya. Yang diserahkan masih dalam keadaan berdarah dan tidak ditutupi sehelai benang pun,” katanya.
Tidak Khawatir
Iriana OKR menegaskan, bahwa pihak yayasan tidak pernah merasa khawatir terhadap anggaran pengasuhan anak-anak tersebut.
“Kami yakin bahwa Tuhan sudah menetapkan rezeki untuk mereka. Kami yakin banyak orang yang peduli dengan mereka. Misalnya saja, kehadiran keluarga besar Dhipa Adista Justicia maupun anak didik Rainbow School, adalah bagian dari rasa peduli, dan semua ini sudah diatur Tuhan,” katanya dengan penuh semangat.
Iriana juga menjelaskan, bahwa semua anak-anak yang berada dip anti asuhan tersebut mendapatkan pendidikan yang layak, mulai dari PAUD, Taman Kanak-kanak, SD, SMP maupun SMA. Bahkan ada yang sampai ke jenjang perguruan tinggi.
Walau pun diakui Iriana, belum ada anak asuh mereka yang menduduki posisi penting di eksekutif, legislatif maupun judikatif. Tetapi, ada beberapa yang sudah mendapatkan posisi yang baik di kalangan swasta.
“Saya merasa yakin, dengan kehadiran teman-teman mereka dari berbagai sekolah, akan lebih memotivasi anak-anak kami untuk mencapai cita-cita mereka masing-masing,” katanya.
Tidak Minder
Yang lebih menarik, Iriana juga menyampaikan, bahwa anak asuhan mereka tersebut, tidak pernah merasa minder ketika berhadapan dengan saudara-saudaranya yang beranjangsana.
“Mereka tidak pernah merasa minder atau rendah hati, ketika berhadapan dengan tamu yang datang,” katanya.
Hal itu memang terlihat, di saat mereka memperkenalkan diri. Para anak panti asuhan itu dengan jelas dan lantang menyebut nama, sekolah dan kelas berapa.
Bahkan ketika diajak bermain-main dengan berbagai permainan oleh guru dan anak-anak Rainbow School, mereka tidak merasa canggung untuk mengikutinya.
“Mereka sudah tahu siapa mereka, dan mereka tegar serta kuat menghadapi keadaan. Kami yakin, mereka kelak akan mendapatkan rezeki yang baik dari Tuhan,” kata Iriana OKR.
Penulis: Ingot Simangunsong